Nama Toyota Supra selalu identik dengan performa tinggi, desain menawan, dan mesin legendaris. Setelah generasi keempat (Mk4) mengakhiri masa produksinya pada awal 2000-an, dunia otomotif sempat kehilangan salah satu ikon mobil sport paling berpengaruh. Namun pada tahun 2009, rumor tentang kelahiran kembali Supra mulai mencuat ke permukaan — menandai awal perjalanan menuju Toyota Supra Mk5, sang penerus yang dinanti jutaan penggemar di seluruh dunia.
Walau secara resmi Mk5 baru diluncurkan pada 2019, tahun 2009 menjadi titik balik penting dalam sejarah Supra karena pada masa inilah desain, konsep, dan visi Supra modern mulai dibentuk. Mari kita bahas lebih dalam bagaimana Toyota Supra Mk5 mulai lahir dari ide menjadi kenyataan.
Setelah Supra Mk4 dihentikan produksinya pada 2002, Toyota seolah “mengistirahatkan” nama besar Supra. Dunia otomotif pun mulai mempertanyakan, apakah sang legenda akan kembali?
Memasuki 2009, muncul berbagai rumor di media otomotif internasional yang menyebut bahwa Toyota sedang menyiapkan mobil sport baru untuk meneruskan tradisi Supra. Desas-desus tersebut semakin kuat ketika Toyota mengumumkan proyek pengembangan mobil sport konsep bernama FT-HS (Future Toyota Hybrid Sport).
Mobil konsep FT-HS yang diperkenalkan pada Tokyo Motor Show 2007 memiliki desain futuristik dengan sistem hybrid bertenaga tinggi. Banyak pengamat saat itu memperkirakan, inilah cikal bakal dari Toyota Supra Mk5. Pada 2009, rumor ini semakin diperkuat oleh bocoran dari internal Toyota bahwa proyek penerus Supra benar-benar sedang digarap.
Pada masa pengembangannya di akhir 2000-an, tim desainer Toyota ingin menghadirkan mobil yang tidak hanya melanjutkan nama besar Supra, tetapi juga menyesuaikan dengan era modern.
Desain Mk5 di tahap awal mengambil inspirasi dari FT-HS dengan tampilan aerodinamis, atap rendah, dan garis bodi agresif. Konsep ini membawa semangat sportscar klasik, namun dikombinasikan dengan filosofi “modern precision” khas Toyota di era 2010-an.
Beberapa sumber otomotif di tahun 2009 bahkan menyebutkan bahwa Toyota berencana menggunakan bahan ringan seperti aluminium dan serat karbon, dengan konsep front-engine rear-wheel drive (FR). Ini menunjukkan bahwa Mk5 akan mempertahankan DNA performa Supra, sambil membawa inovasi teknologi baru.
Salah satu fakta menarik yang mulai terungkap setelah 2009 adalah bahwa Toyota diam-diam menjalin kerja sama dengan BMW dalam pengembangan Supra generasi kelima.
Kolaborasi ini sebenarnya dimulai secara konseptual pada akhir 2009 hingga awal 2010, ketika kedua perusahaan berdiskusi tentang platform sportscar bersama. Toyota menginginkan mobil yang bisa menghidupkan kembali nama Supra, sementara BMW ingin mengembangkan penerus dari Z4 roadster mereka.
Hasil kerja sama ini akhirnya melahirkan dua mobil dengan DNA yang serupa namun karakter yang berbeda — Toyota Supra Mk5 (A90) dan BMW Z4 G29. Meski kolaborasi ini baru diumumkan secara resmi beberapa tahun kemudian, fondasinya sudah mulai terbentuk sejak 2009.
Supra selalu dikenal dengan performa tinggi, terutama berkat mesin 2JZ-GTE di generasi sebelumnya. Saat proyek Mk5 mulai dikembangkan sekitar tahun 2009, Toyota ingin menghadirkan performa yang sebanding, tetapi dengan teknologi yang lebih efisien.
Dari sinilah muncul ide penggunaan mesin 3.0L turbo inline-six, yang dikembangkan bersama BMW. Mesin ini dikenal tangguh, bertenaga, dan mampu menghasilkan tenaga lebih dari 330 hp, dengan torsi hingga 500 Nm.
Tujuan utama Toyota adalah menciptakan mobil sport modern yang tetap terasa seperti Supra klasik — dengan akselerasi cepat, handling presisi, dan suara mesin yang menggugah. Meskipun belum diproduksi secara resmi pada 2009, blueprint performa Mk5 sudah mulai dirancang di tahun itu.
Pada fase pengembangan 2009–2015, Toyota merancang Supra Mk5 dengan filosofi driver-oriented cockpit, seperti generasi sebelumnya. Kabin dirancang untuk memberikan fokus penuh pada pengemudi, dengan tata letak kontrol yang intuitif.
Desain interior yang kemudian hadir di Supra Mk5 versi produksi (2019) memiliki akar dari rancangan tahun 2009 — termasuk dasbor minimalis, posisi duduk rendah, dan penggunaan material premium.
Fitur-fitur teknologi seperti stabilitas elektronik, mode berkendara adaptif, dan transmisi otomatis sport delapan percepatan juga merupakan hasil dari riset panjang yang dimulai sejak masa tersebut.
Menariknya, Toyota sempat berencana menjadikan Supra Mk5 sebagai mobil sport hybrid, mengikuti arah pengembangan FT-HS. Pada 2009, Toyota sudah sangat serius mengembangkan teknologi hybrid melalui Prius dan Lexus.
Beberapa prototipe internal Supra Mk5 bahkan disebut-sebut menggunakan sistem hybrid dengan kombinasi mesin bensin V6 dan motor listrik. Namun, karena bobot tambahan dari baterai dan biaya produksi yang tinggi, ide ini akhirnya ditunda.
Meskipun demikian, pengembangan teknologi hybrid ini tidak sia-sia, karena kelak akan menjadi dasar untuk varian Supra masa depan yang mungkin mengusung tenaga listrik atau hybrid.
Pada tahun 2009, dunia otomotif dan budaya populer kembali membangkitkan kecintaan terhadap Supra berkat film “Fast & Furious” yang menampilkan Supra Mk4 oranye legendaris.
Fenomena ini membuat Toyota semakin yakin bahwa nama Supra memiliki daya tarik global yang tidak bisa diabaikan. Antusiasme komunitas dan penggemar di berbagai negara menjadi dorongan kuat bagi Toyota untuk menghidupkan kembali Supra melalui generasi kelima.
Meski Toyota Supra Mk5 baru resmi lahir pada tahun 2019, semua kisahnya berakar kuat pada tahun 2009, ketika dunia otomotif pertama kali mendengar kabar bahwa sang legenda akan kembali.
Tahun tersebut menjadi masa penting di mana desain, teknologi, dan semangat Supra mulai dibentuk kembali. Toyota berhasil menjaga warisan Supra — dari mesin bertenaga, tampilan agresif, hingga reputasi sebagai salah satu mobil sport paling dihormati di dunia.
Kini, Supra Mk5 berdiri sebagai simbol kebangkitan, membuktikan bahwa legenda sejati tidak pernah benar-benar mati — hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit kembali.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Iron4d