Nama Toyota Supra selalu memiliki tempat istimewa di hati para pecinta mobil sport. Sejak generasi keempatnya (A80) berhenti diproduksi pada awal 2000-an, banyak penggemar menantikan kelahiran kembali sang legenda. Namun, di balik layar industri otomotif, ada banyak proyek dan konsep yang tak pernah benar-benar terealisasi di jalan raya — salah satunya adalah 2009 Toyota Supra V8, mobil yang sempat menjadi bahan rumor hangat di kalangan penggemar.
Meski Toyota tidak pernah merilis Supra bermesin V8 secara resmi pada tahun itu, konsep dan wacananya sempat muncul dalam berbagai diskusi teknis dan media otomotif Jepang. Mari kita bahas lebih dalam mengenai apa yang membuat Supra V8 2009 menjadi topik menarik yang penuh misteri dan potensi.
Setelah Toyota menghentikan produksi Supra MK4 pada 2002, pasar kehilangan sportscar andalan Toyota. Mesin 2JZ-GTE enam silinder segaris yang melegenda, dengan potensi tuning luar biasa, meninggalkan standar tinggi bagi generasi berikutnya.
Namun pada pertengahan 2000-an, Toyota tengah berfokus pada efisiensi bahan bakar dan pengembangan teknologi hybrid. Akibatnya, proyek penerus Supra sempat tertunda. Meski demikian, rumor mengenai versi baru Supra — termasuk opsi bermesin V8 — mulai bermunculan sekitar tahun 2008–2009.
Pada tahun 2009, Toyota mulai mengeksplorasi beberapa kemungkinan untuk menghidupkan kembali Supra. Salah satu eksperimen internal yang dikabarkan adalah prototipe Supra bermesin V8, yang menggunakan basis mesin dari Lexus — merek premium di bawah Toyota.
Mesin yang diduga digunakan adalah 5.0L V8 2UR-GSE, mesin yang juga digunakan pada Lexus IS F, RC F, dan GS F. Mesin ini dikenal bertenaga besar dengan teknologi VVT-iE (Variable Valve Timing – intelligent by Electric motor), serta mampu menghasilkan tenaga hingga 416 hp pada 6.600 rpm dan torsi 503 Nm pada 5.200 rpm.
Jika benar dipasang pada Supra versi prototipe, tenaga sebesar itu akan menjadikannya sportscar paling buas yang pernah dikembangkan Toyota pada era tersebut.
Secara desain, Toyota Supra 2009 V8 disebut-sebut menggabungkan elemen klasik MK4 dengan pendekatan futuristik seperti pada konsep FT-HS (Future Toyota Hybrid Sports) yang dipamerkan pada 2007.
FT-HS memiliki proporsi coupe yang ramping, atap rendah, serta desain aerodinamis yang agresif — ciri khas sportscar sejati. Toyota mengadopsi filosofi tersebut sebagai acuan untuk proyek Supra baru. Dengan tambahan mesin V8 di bawah kap panjangnya, mobil ini diharapkan memiliki tampilan yang lebih “berotot” dan bertenaga.
Jika benar direalisasikan, Toyota Supra V8 2009 akan menjadi monster performa. Mesin 5.0L V8 2UR-GSE memiliki konfigurasi naturally aspirated, bukan turbocharged seperti pendahulunya, namun tetap menghasilkan tenaga yang luar biasa linear.
Berikut adalah estimasi spesifikasi performa berdasarkan mesin Lexus IS F:
Tenaga maksimum: ±416 hp
Torsi puncak: ±503 Nm
Transmisi: Otomatis 8-percepatan Sport Direct Shift
0–100 km/jam: Sekitar 4,5 detik
Kecepatan maksimum: Lebih dari 270 km/jam
Dengan karakter V8 yang kuat di putaran bawah dan suara knalpot khas, Supra V8 ini diyakini akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih emosional dan “brutal” dibandingkan mesin 2JZ-GTE turbo.

Toyota dikenal dengan keseimbangan antara performa dan kestabilan. Proyek Supra V8 kabarnya juga dirancang dengan fokus pada distribusi bobot ideal 50:50 serta sasis yang lebih kaku dari MK4.
Sasis kemungkinan dikembangkan dari platform Toyota Crown atau Lexus IS F, dengan sistem suspensi independen di keempat roda, serta penggunaan material ringan seperti aluminium di bagian kap dan panel pintu.
Selain itu, mobil ini dikabarkan dilengkapi dengan teknologi seperti:
Active Stability Control (ASC)
Limited Slip Differential (LSD)
Variable Gear Ratio Steering (VGRS)
Dynamic Traction Management System
Kombinasi teknologi tersebut akan menjadikan Supra V8 2009 tidak hanya cepat, tetapi juga presisi di tikungan — seperti filosofi Supra sejati.
Meskipun proyek Supra V8 sempat menjadi perbincangan hangat, Toyota akhirnya tidak melanjutkannya ke tahap produksi. Ada beberapa alasan utama di balik keputusan ini:
Krisis ekonomi global (2008–2009) membuat pasar sportscar menurun drastis.
Tekanan regulasi emisi dan efisiensi bahan bakar membuat mesin V8 dianggap terlalu boros.
Toyota mulai mengarahkan fokus ke teknologi hybrid performa tinggi, seperti pada konsep FT-HS yang menggunakan sistem V6 Hybrid.
Biaya produksi tinggi untuk mobil dengan pasar terbatas membuat proyek ini kurang menguntungkan.
Akhirnya, proyek Supra V8 dibekukan, dan Toyota memutuskan untuk mengembangkan Supra modern bersama BMW — yang pada akhirnya melahirkan Toyota GR Supra (A90) pada 2019.
Walau Supra V8 tidak pernah terwujud, ide dan teknologi yang dikembangkan pada masa 2009 memberikan pengaruh besar terhadap GR Supra generasi kelima.
Beberapa aspek penting yang diwariskan antara lain:
Fokus pada distribusi bobot seimbang.
Penggunaan mesin enam silinder inline dengan tenaga tinggi.
Integrasi sistem kontrol traksi dan suspensi adaptif.
Filosofi “fun to drive” khas sportscar Toyota.
Dengan kata lain, Supra V8 menjadi jembatan ide antara era klasik 2JZ dan era modern Gazoo Racing.
Kini, 2009 Toyota Supra V8 menjadi legenda urban di kalangan penggemar mobil Jepang. Banyak modifikator mencoba membangun versi “bayangan” mobil ini, memasang mesin V8 Lexus pada bodi Supra MK4 untuk menghidupkan impian yang tak pernah terealisasi.
Beberapa unit Supra hasil engine swap tersebut bahkan menghasilkan tenaga lebih dari 500 hp, menjadi bukti bahwa konsep Supra V8 memang layak hidup di dunia nyata.
Bagi sebagian orang, Supra V8 adalah simbol dari “bagaimana seharusnya Toyota melanjutkan warisan Supra” — bertenaga besar, bergaya agresif, dan berjiwa balap.
2009 Toyota Supra V8 mungkin tidak pernah meluncur ke jalan raya, namun keberadaannya dalam sejarah pengembangan Toyota sangat berarti. Mobil ini menggambarkan ambisi Toyota untuk menghadirkan sportscar bertenaga besar, memadukan kehalusan mesin V8 dengan karakter agresif Supra.
Meski akhirnya Toyota memilih jalur kolaborasi dan menggunakan mesin inline-six turbo di GR Supra modern, semangat Supra V8 tetap hidup dalam hati para penggemar.
Bagi dunia otomotif, Supra V8 2009 bukan sekadar mobil yang gagal dirilis — melainkan simbol dari kreativitas, eksperimen, dan hasrat tanpa batas dalam mengejar kesempurnaan performa.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Toto855