Tahun 1964 menandai tonggak sejarah penting dalam dunia balap internasional, khususnya bagi industri otomotif Jepang. Saat itu, Honda, yang sebelumnya dikenal sebagai produsen sepeda motor, memberanikan diri untuk masuk ke ajang balap paling prestisius di dunia: Formula 1. Mobil yang mereka bawa ke arena tersebut adalah Honda RA271, sebuah kendaraan revolusioner yang menandai debut Jepang di kompetisi balap F1.
Meskipun tidak meraih kemenangan, RA271 adalah simbol ambisi, keberanian, dan inovasi Honda yang kelak akan menjadi salah satu kekuatan besar di dunia motorsport. Artikel ini akan membahas sejarah, teknologi, desain, serta peran penting RA271 dalam perkembangan Honda di arena balap internasional.
Setelah kesuksesan besar di dunia sepeda motor, Honda mulai mengejar mimpi yang lebih besar: menantang dominasi Eropa di dunia balap mobil. Soichiro Honda, pendiri perusahaan, memiliki ambisi kuat untuk membuktikan bahwa Jepang bisa bersaing di panggung dunia, bukan hanya sebagai pembuat kendaraan harian, tetapi juga sebagai inovator teknologi dan performa.
Langkah pertama untuk masuk Formula 1 dimulai pada awal 1960-an. Para insinyur Honda, tanpa pengalaman sebelumnya dalam membuat mobil balap F1, memulai proyek yang disebut "RA270", yang akhirnya berkembang menjadi RA271, mobil balap Formula 1 pertama buatan Jepang sepenuhnya.
RA271 merupakan karya teknik yang sangat berani pada masanya. Honda merancang sasis monocoque aluminium—sebuah pendekatan yang relatif baru saat itu—yang membuat mobil lebih ringan dan kaku dibandingkan desain tubular konvensional.
Bagian mesin menjadi pusat perhatian utama. Honda membekali RA271 dengan mesin V12 1.5 liter naturally aspirated, sesuai regulasi F1 waktu itu. Mesin ini mampu menghasilkan sekitar 220 horsepower pada 13.000 rpm, sebuah angka mengesankan untuk mesin sekecil itu di tahun 1964.
Yang membuat RA271 unik adalah pendekatan Honda dalam menempatkan mesin: mereka menggunakan transverse (melintang) rear-mounted engine, di mana mesin dipasang melintang di bagian belakang mobil. Konfigurasi ini sangat tidak umum pada masa itu, namun menunjukkan keberanian Honda dalam mengeksplorasi teknik baru.
Honda RA271 pertama kali turun di ajang Formula 1 pada Grand Prix Jerman 1964 di sirkuit Nürburgring Nordschleife, salah satu trek tersulit dan paling legendaris di dunia. Mobil ini dikendarai oleh Ronnie Bucknum, pembalap asal Amerika Serikat.
Sayangnya, pada debutnya, RA271 tidak menyelesaikan lomba karena mengalami masalah teknis. Namun kehadirannya di grid balap sudah menjadi pencapaian monumental. RA271 menunjukkan bahwa Jepang kini hadir dan serius di dunia balap, menantang nama-nama besar seperti Ferrari, Lotus, dan BRM.
Berikut ringkasan spesifikasi teknis RA271:
Mesin: V12 1.5-liter, naturally aspirated
Konfigurasi Mesin: Mid-mounted, melintang
Tenaga: ± 220 hp pada 13.000 rpm
Sasis: Aluminium monocoque
Transmisi: Manual 6-percepatan
Berat: Sekitar 498 kg
Suspensi: Independent front and rear, double wishbone
Rem: Cakram di keempat roda
Dengan bobot ringan dan mesin bertenaga tinggi, RA271 mampu melaju sangat cepat, meskipun masih terkendala dalam hal reliabilitas dan pengalaman tim.
Meski tidak memenangkan balapan, RA271 adalah simbol awal dari evolusi besar Honda. Mobil ini menjadi dasar bagi pengembangan RA272, yang pada tahun 1965 berhasil memenangkan Grand Prix Meksiko—menjadikan Honda pabrikan Jepang pertama yang memenangkan balapan Formula 1.
Lebih dari sekadar mobil, RA271 adalah manifestasi semangat Soichiro Honda: berani bermimpi besar, mengambil risiko, dan terus berinovasi. Mobil ini menandai pergeseran paradigma bahwa dunia otomotif tidak lagi didominasi oleh Eropa saja. Asia, khususnya Jepang, kini mulai memainkan peran besar.
Mobil F1 pertama buatan Jepang sepenuhnya: Honda tidak hanya membuat mesin, tetapi juga merancang sasis dan seluruh sistem teknis sendiri.
Desain berbeda dari kebanyakan mobil F1 saat itu: Pendekatan Honda sering dianggap eksentrik, tapi menjadi inspirasi di tahun-tahun berikutnya.
Hanya satu unit RA271 yang pernah dibuat, menjadikannya sangat langka dan bernilai tinggi di dunia kolektor.
Honda RA271 adalah simbol awal kebangkitan Jepang di dunia motorsport internasional. Meski tidak membawa kemenangan dalam debutnya, mobil ini membuka jalan bagi generasi mobil balap Honda selanjutnya yang sukses di berbagai kejuaraan dunia.
RA271 membuktikan bahwa keberanian untuk bermimpi dan bertindak—meski melawan arus konvensi—dapat melahirkan inovasi besar. Mobil ini bukan hanya bagian dari sejarah Honda, tetapi juga bagian penting dari sejarah Formula 1 secara keseluruhan.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Toto855
Di dunia otomotif, kolaborasi lintas negara dan budaya seringkali menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah Honda Argento Vivo, sebuah mobil konsep hasil kerja sama antara Honda dan rumah desain asal Italia, Pininfarina. Diperkenalkan pada tahun 2001, Argento Vivo merupakan perwujudan kemewahan, performa, dan teknologi masa depan dalam balutan desain yang eksotis.
Meskipun tidak pernah diproduksi secara massal, Argento Vivo tetap menjadi ikon desain dan teknologi yang dikenang hingga hari ini. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang desain, spesifikasi teknis, serta makna penting dari kolaborasi Honda dan Pininfarina melalui Argento Vivo.
Nama “Argento Vivo” yang berarti “perak cair” dalam bahasa Italia menggambarkan dengan tepat tampilan mobil ini. Seluruh bodinya dilapisi aluminium mengilap berwarna perak metalik, memberi kesan modern dan mewah. Bentuknya sangat aerodinamis, dengan lekuk halus dan proporsi rendah khas roadster sport dua tempat duduk.
Pininfarina menghadirkan desain minimalis namun agresif: lampu depan tajam, gril yang kecil, dan kaca depan melengkung sempurna mengikuti kontur bodi. Mobil ini juga memiliki atap convertible berbahan serat karbon, memperkuat nuansa high-end dan sporty.
Interior Honda Argento Vivo tak kalah mencolok. Kabin dibuat sederhana namun futuristik. Dashboard memiliki desain bersih dengan panel instrumen digital. Setir dan konsol tengah dibuat ergonomis, dengan balutan kulit dan alumunium yang memperkuat nuansa mewah.
Honda dan Pininfarina tampaknya tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga kenyamanan pengemudi. Kursi rendah bergaya bucket memberikan posisi duduk ideal untuk pengendalian maksimal, cocok untuk sebuah mobil sport dua pintu.
Honda Argento Vivo tidak hanya cantik, tapi juga bertenaga. Mobil ini dibekali mesin V6 3.5 liter yang dikembangkan oleh Honda, dengan output tenaga sekitar 300 horsepower. Mesin ini dipadukan dengan penggerak empat roda (AWD), memberikan traksi luar biasa di berbagai kondisi jalan.
Mobil ini mampu melaju dari 0 ke 100 km/jam dalam waktu kurang dari 6 detik—sebuah performa impresif untuk mobil konsep tahun 2001. Argento Vivo benar-benar dirancang untuk penggemar kecepatan, tanpa mengorbankan kenyamanan.
Selain itu, kendaraan ini juga sudah mengusung suspensi aktif dan sistem kontrol elektronik, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter berkendara sesuai kebutuhan—baik sporty maupun santai.
Kolaborasi antara Honda (Jepang) dan Pininfarina (Italia) dalam menciptakan Argento Vivo dianggap sebagai salah satu contoh sukses penggabungan dua filosofi berbeda: presisi teknik Jepang dan estetika desain Italia.
Bagi Honda, ini adalah cara memperkenalkan kemampuan mereka dalam menciptakan kendaraan mewah berperforma tinggi, bukan sekadar mobil harian fungsional. Sementara bagi Pininfarina, ini merupakan proyek yang membuktikan bahwa mereka bisa bekerja dengan brand non-Eropa dan tetap menghasilkan desain masterpiece.
Pengaruh Terhadap Mobil Honda Lainnya
Meski tidak diproduksi secara massal, banyak elemen dari Argento Vivo yang akhirnya menginspirasi desain mobil Honda selanjutnya. Misalnya, bahasa desain yang bersih dan agresif terlihat pada Honda S2000, serta teknologi penggerak dan mesin yang dikembangkan lebih lanjut untuk NSX generasi kedua.
Argento Vivo juga menjadi simbol bahwa Honda sanggup bersaing dalam kategori mobil sport mewah, setara dengan pabrikan seperti BMW, Mercedes-Benz, atau bahkan Ferrari.
Meski mendapat sambutan hangat sebagai mobil konsep, Honda Argento Vivo tidak pernah masuk jalur produksi. Beberapa faktor penyebabnya adalah:
Biaya produksi yang tinggi, terutama karena penggunaan material eksklusif seperti aluminium dan serat karbon.
Pasar yang terbatas untuk mobil sport dua kursi premium.
Fokus Honda saat itu masih pada efisiensi dan kendaraan keluarga, bukan mobil mewah eksperimental.
Namun demikian, Argento Vivo tetap dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah mobil konsep Honda, yang menunjukkan kemampuan teknis dan artistik mereka.
Honda Argento Vivo adalah contoh luar biasa dari mobil konsep yang mampu memadukan estetika tinggi, teknologi canggih, dan performa mengagumkan. Meskipun tidak pernah dijual ke pasar umum, kehadirannya tetap relevan sebagai inspirasi dan referensi desain masa depan.
Kehadiran Argento Vivo juga menunjukkan bahwa Honda memiliki ambisi lebih dari sekadar produsen mobil harian—mereka juga punya kemampuan untuk menciptakan mobil impian yang menyatukan seni, performa, dan inovasi. Bagi pecinta otomotif, Argento Vivo akan selalu dikenang sebagai permata langka dari dunia mobil konsep.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Fantastic4d
Honda selalu dikenal sebagai produsen otomotif yang inovatif dan progresif. Salah satu konsep mobil yang mencerminkan visi masa depan dari Honda adalah Honda AC-X. Diperkenalkan pertama kali dalam ajang Tokyo Motor Show 2011, AC-X (Advanced Cruiser eXperience) adalah mobil konsep yang memadukan teknologi hybrid, desain futuristik, serta kenyamanan berkendara otonom. Walaupun belum diproduksi massal, AC-X tetap menjadi sorotan dunia otomotif karena konsep revolusionernya.
Honda AC-X tampil dengan desain aerodinamis yang ramping dan modern. Bagian depan mobil menonjolkan gril datar dengan lampu LED tajam, memberikan kesan agresif dan canggih. Sementara bentuk bodinya memancarkan nuansa sporty namun elegan, seperti kendaraan dari film fiksi ilmiah.
Mobil ini dirancang sebagai sedan 4 pintu, namun dengan garis-garis tegas yang memberikan kesan mobil sport. Handle pintu tersembunyi, lekukan bodi minimalis, serta bentuk kaca jendela yang menyatu mulus menambah karakter futuristik AC-X.
Masuk ke dalam kabin, Honda AC-X mengusung konsep “Advanced Experience”, sesuai namanya. Interiornya dirancang seperti ruang kokpit pesawat, lengkap dengan dashboard digital, head-up display (HUD), serta tombol-tombol sentuh interaktif. Semua informasi penting ditampilkan secara digital dan responsif.
Yang membuatnya unik adalah dual driving mode: pengguna bisa memilih antara Driving Mode (manual) dan Automatic Driving Mode (otomatis). Ketika berada di mode otomatis, setir akan mundur dan kursi pengemudi bisa disandarkan untuk relaksasi, memungkinkan pengguna menikmati perjalanan tanpa harus mengemudi.
Honda AC-X menggunakan sistem plug-in hybrid, yang artinya bisa berjalan menggunakan listrik dari baterai maupun mesin berbahan bakar bensin. Ini memungkinkan efisiensi bahan bakar yang sangat tinggi sekaligus mengurangi emisi karbon.
Menurut data konsep awal, mobil ini dapat menempuh jarak hingga 100 km hanya dengan tenaga listrik, dan hingga lebih dari 1000 km jika digabungkan dengan mesin bensin. Mesin yang digunakan adalah 1.6L Atkinson-cycle DOHC i-VTEC, yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai lithium-ion canggih.
Teknologi ini mengarah pada visi mobil ramah lingkungan yang tetap mampu menjangkau perjalanan jauh tanpa khawatir kehabisan daya.
Salah satu fitur paling menarik dari Honda AC-X adalah kemampuannya untuk berkendara secara otonom. Di mode otomatis, mobil ini bisa menyetir sendiri dengan mengandalkan berbagai sensor seperti:
Radar dan kamera depan
Sensor ultrasonik
Lidar (sensor laser untuk pemetaan sekitar)
GPS canggih
Kombinasi sensor ini memungkinkan AC-X untuk menyesuaikan kecepatan, membaca rambu lalu lintas, berpindah jalur, bahkan berhenti di lampu merah tanpa intervensi pengemudi. Konsep ini mendekati visi mobil masa depan dengan level 4 autonomous driving.
Beberapa fitur lain yang disematkan pada Honda AC-X antara lain:
Sistem regenerasi energi saat pengereman
Konektivitas internet dan cloud navigation
Kamera 360 derajat untuk visibilitas total
Sistem pengenalan suara
Mode relaksasi interior dengan pencahayaan ambient dan musik personal
Mobil ini tidak hanya dirancang untuk mobilitas, tetapi juga untuk pengalaman perjalanan yang nyaman dan menyenangkan.
Dengan AC-X, Honda ingin menunjukkan visi jangka panjangnya terhadap mobilitas berkelanjutan dan otomatisasi kendaraan. Di tengah kekhawatiran tentang polusi dan kemacetan di kota besar, mobil ini menawarkan solusi: kendaraan yang hemat energi, rendah emisi, namun tetap nyaman dan aman dikendarai.
Selain itu, fitur mode otomatis menunjukkan komitmen Honda terhadap keselamatan berkendara, dengan tujuan mengurangi kecelakaan yang disebabkan oleh human error.
Meskipun Honda AC-X adalah konsep brilian, hingga kini mobil ini belum masuk jalur produksi massal. Beberapa tantangan yang menghambat realisasi kendaraan seperti AC-X antara lain:
Biaya produksi teknologi tinggi (terutama untuk sistem otonom dan baterai besar)
Infrastruktur pengisian daya yang belum merata
Regulasi hukum untuk mobil tanpa pengemudi
Namun, banyak teknologi dari AC-X telah mulai diadopsi secara bertahap ke lini mobil Honda saat ini, seperti pada Honda Clarity Plug-in Hybrid, serta fitur keselamatan pada Honda Sensing.
Honda AC-X adalah representasi sempurna dari masa depan mobilitas: efisien, ramah lingkungan, nyaman, dan cerdas. Meskipun masih berstatus sebagai mobil konsep, AC-X telah memberikan gambaran nyata tentang arah inovasi yang sedang dikejar Honda.
Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, tidak menutup kemungkinan bahwa mobil seperti AC-X akan segera menjadi kenyataan di masa depan. Jika dunia otomotif bergerak ke arah mobil yang lebih canggih dan berkelanjutan, maka AC-X patut dikenang sebagai salah satu pionirnya.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Fantastic4d
Industri otomotif terus berkembang mengikuti kebutuhan mobilitas yang ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satu terobosan menarik datang dari pabrikan asal Jepang, Honda, yang memperkenalkan konsep kendaraan tiga roda bernama Honda 3R-C. Kendaraan ini tidak hanya mencerminkan visi masa depan mobilitas urban, tetapi juga menjadi simbol inovasi dalam desain dan efisiensi.
Honda 3R-C pertama kali diperkenalkan dalam ajang Geneva Motor Show pada tahun 2010 sebagai prototipe kendaraan listrik satu penumpang yang didesain khusus untuk penggunaan di lingkungan perkotaan yang padat dan dinamis. Lalu, apa saja teknologi dan konsep desain yang diusung oleh 3R-C? Mari kita bahas secara mendalam.
Honda 3R-C adalah kendaraan roda tiga dengan tampilan yang sangat futuristik. Jika dilihat sekilas, bentuknya menyerupai kapsul atau pod, lengkap dengan atap transparan yang bisa dibuka-tutup secara otomatis. Saat tidak digunakan, atap ini akan menutupi seluruh kabin, dan saat kendaraan digunakan, bagian atas tersebut menjadi sandaran angin (windscreen) untuk pengemudi.
Desainnya sangat minimalis namun aerodinamis, dengan bentuk meruncing ke depan dan membulat di bagian belakang. Kendaraan ini memiliki dua roda depan dan satu roda belakang, yang memberikan stabilitas saat melaju dan kemampuan manuver tinggi di ruang sempit kota.
Berbeda dengan mobil konvensional, Honda 3R-C dirancang hanya untuk satu orang. Ini mencerminkan konsep mobilitas personal masa depan, di mana efisiensi ruang dan energi menjadi prioritas utama. Kendaraan ini cocok untuk perjalanan jarak dekat seperti dari rumah ke stasiun, kantor, atau pusat perbelanjaan.
Ruang kabin dilengkapi dengan jok tunggal yang ergonomis dan posisi duduk rendah untuk menjaga pusat gravitasi tetap stabil. Meskipun kecil, desain interiornya cukup nyaman dan aman, serta memberikan visibilitas maksimal ke segala arah.
Salah satu keunggulan utama dari Honda 3R-C adalah penggunaan motor listrik bertenaga baterai sebagai sumber tenaganya. Dengan demikian, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi karbon selama digunakan, membuatnya ideal untuk kota-kota yang sedang menerapkan kebijakan ramah lingkungan dan zona bebas polusi.
Honda memang tidak merinci secara detail spesifikasi teknis dari motor listrik maupun kapasitas baterai pada versi konsep ini. Namun, mengingat orientasi utamanya adalah efisiensi dan kepraktisan, bisa diperkirakan bahwa motor listrik tersebut dirancang untuk kecepatan rendah hingga menengah dengan jarak tempuh harian yang cukup.
Struktur bodi Honda 3R-C terbuat dari material ringan namun kuat, seperti plastik tahan benturan dan komposit karbon. Bobot kendaraan yang ringan membantu meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang jarak tempuh baterai.
Kendaraan ini juga menggunakan sistem kemudi setang yang menyerupai motor, namun dengan pengendalian stabil khas mobil. Kombinasi ini menjadikannya unik—penggabungan kenyamanan mobil dan kelincahan sepeda motor dalam satu paket futuristik.
Honda 3R-C secara khusus ditujukan sebagai solusi mobilitas di lingkungan urban. Di tengah kemacetan kota besar, kendaraan kecil dan lincah seperti ini akan sangat berguna. Ia tidak memerlukan ruang parkir besar, mudah bermanuver di jalan sempit, serta menawarkan alternatif dari kendaraan besar dan boros energi.
Dengan populasi kota yang terus tumbuh, serta kebutuhan untuk menurunkan jejak karbon, kendaraan listrik kecil seperti 3R-C bisa menjadi salah satu solusi nyata di masa depan. Apalagi jika dikombinasikan dengan teknologi otonom, potensi kendaraan ini bisa semakin berkembang.
Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, Honda 3R-C masih sebatas konsep atau prototipe. Honda belum mengumumkan rencana produksi massal kendaraan ini. Meski begitu, konsep seperti 3R-C sering kali menjadi cikal bakal inspirasi bagi desain kendaraan masa depan, atau teknologi yang kemudian diadaptasi ke model lain.
Honda melalui proyek seperti ini menunjukkan komitmennya untuk terus mengeksplorasi bentuk baru mobilitas yang hemat energi, efisien, dan berkelanjutan.
Desain futuristik yang menarik perhatian.
Tenaga listrik murni tanpa emisi.
Ukuran kompak, cocok untuk kota padat.
Stabilitas tinggi dengan tiga roda.
Solusi mobilitas personal yang efisien.
Hanya muat satu orang, kurang cocok untuk keluarga.
Belum tersedia secara komersial.
Belum ada data resmi soal performa dan daya jangkau.
Kurangnya fitur keselamatan jika dibandingkan mobil reguler.
Honda 3R-C adalah gambaran cerdas tentang bagaimana kendaraan masa depan bisa diciptakan untuk menjawab tantangan mobilitas modern. Dengan desain satu penumpang, tenaga listrik, dan bentuk aerodinamis, kendaraan ini memperlihatkan bahwa efisiensi tidak harus mengorbankan estetika atau kenyamanan.
Meski masih dalam tahap konsep, kehadiran 3R-C membuka peluang bagi terciptanya kategori baru kendaraan urban yang hemat ruang, hemat energi, dan tetap menyenangkan untuk dikendarai. Bagi penggemar otomotif masa depan dan teknologi ramah lingkungan, Honda 3R-C layak menjadi bahan perhatian dan inspirasi.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Fantastic4d
Sejak kemunculan generasi kelima Toyota Supra (A90/MK5) pada tahun 2019, banyak perhatian tertuju bukan hanya pada desainnya yang modern dan sporty, tetapi juga pada dapur pacunya yang tidak lagi murni buatan Toyota. Ya, mesin Supra MK5 kini mengandalkan BMW B58, sebuah langkah kolaboratif yang menandai era baru dalam pengembangan mobil sport Jepang.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang mesin Toyota Supra MK5, spesifikasinya, keunggulannya, hingga perbedaan karakter dibandingkan dengan pendahulunya yang legendaris, 2JZ-GTE.
Toyota Supra MK5 dikembangkan bersama BMW, berbagi platform dengan BMW Z4 G29. Kolaborasi ini menuai pro dan kontra, namun tetap menghasilkan kendaraan sport yang solid dengan karakter modern. Salah satu hasil utama dari kerja sama ini adalah penggunaan mesin B58, yaitu mesin inline-6 turbocharged milik BMW yang terkenal dengan performa tinggi dan efisiensi.
Mesin B58 pada Toyota GR Supra generasi kelima adalah versi performa tinggi dari keluarga mesin modular BMW. Ia dikenal sebagai mesin yang kuat, halus, dan punya potensi modifikasi yang sangat besar.
Tipe Mesin: BMW B58B30 — 3.0L Inline-6 DOHC Turbocharged
Kapasitas Mesin: 2.998 cc
Tenaga Maksimal:
2019–2020: 335 hp (250 kW) @ 5.000–6.500 rpm
2021 ke atas: 382 hp (285 kW) @ 5.800–6.500 rpm
Torsi Maksimal: 500 Nm @ 1.800–5.000 rpm
Transmisi: 8-speed otomatis ZF (dengan versi manual tersedia mulai 2023)
Turbo: Single twin-scroll turbocharger
Sistem Bahan Bakar: Direct injection
Rasio Kompresi: 11.0:1
Redline: Sekitar 7.000 rpm
Mesin B58 memberikan performa luar biasa sejak putaran rendah berkat teknologi twin-scroll turbo dan sistem direct injection. Torsi puncak hadir sejak 1.800 rpm, membuat akselerasi terasa sangat agresif dan responsif bahkan tanpa perlu menekan pedal dalam-dalam.
Untuk versi terbaru dengan output 382 hp, Supra MK5 mampu mencatatkan waktu 0–100 km/jam hanya dalam 4,1 detik—setara bahkan lebih cepat dari banyak mobil sport Eropa dengan harga lebih mahal.
BMW B58 bukan mesin biasa. Ia dibangun dengan memperhatikan efisiensi dan performa tinggi secara bersamaan. Beberapa teknologi unggulan yang dimilikinya:
Integrated water-to-air intercooler: Untuk efisiensi pendinginan intake udara.
Closed-deck block: Memberikan kekuatan ekstra untuk menahan tekanan boost tinggi.
Elektronik katup variabel (Valvetronic) dan timing variabel (VANOS): Memberikan efisiensi bahan bakar dan performa optimal di seluruh rentang putaran.
Fuel-injection system: Menggunakan high-pressure direct injection (hingga 350 bar).
Semua teknologi ini membuat mesin B58 sangat halus, efisien, namun tetap brutal saat dibutuhkan.

Salah satu keunggulan B58 adalah tuning-friendly. Banyak tuner telah membuktikan bahwa mesin ini bisa menghasilkan tenaga lebih dari 500 hp hanya dengan:
ECU remap
Downpipe performance
Upgrade turbo / hybrid turbo
Intake dan fuel pump modifikasi
Dengan internal bawaan yang kuat dan manajemen mesin canggih, Supra MK5 bisa menjadi monster jalanan tanpa perlu membuka mesin sepenuhnya.
Ketika pertama kali diumumkan bahwa Supra akan menggunakan mesin BMW, banyak penggemar garis keras merasa kecewa. Mereka menganggap ini bukan “Supra asli.” Namun seiring waktu, performa Supra MK5 mulai membuktikan dirinya.
Mesin B58 terbukti tahan banting, cepat, efisien, dan tetap menyenangkan untuk dikendarai. Banyak reviewer dan pembalap profesional memuji respons mesin ini, bahkan menganggap Supra MK5 sebagai mobil dengan value tertinggi di kelasnya.
Mesin B58 di Toyota Supra MK5 adalah bukti nyata bahwa kolaborasi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Meski bukan hasil racikan Toyota murni, B58 menawarkan performa modern yang bisa bersaing dengan mesin-mesin legendaris sebelumnya. Dengan teknologi mutakhir, efisiensi tinggi, serta potensi tuning yang besar, mesin ini memberikan nyawa baru bagi Supra generasi kelima.
Bagi pecinta otomotif, Supra MK5 bukan sekadar nostalgia, melainkan simbol evolusi—menggabungkan warisan masa lalu dengan kekuatan dan kecanggihan masa kini.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Slot777
Toyota Supra MK4 (A80), yang diproduksi antara tahun 1993 hingga 2002, adalah salah satu mobil Jepang paling ikonik sepanjang masa. Salah satu elemen paling penting yang menjadikan Supra generasi keempat ini sangat legendaris adalah mesinnya, yakni 2JZ-GTE. Mesin ini menjadi simbol keandalan, performa tinggi, dan potensi modifikasi luar biasa, bahkan puluhan tahun setelah peluncurannya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang mesin 2JZ-GTE, teknologi di baliknya, kekuatannya, serta peran besarnya dalam membentuk status Supra sebagai mobil sport sejati.
Ketika Toyota meluncurkan Supra MK4 pada awal 1990-an, tujuannya bukan hanya membuat mobil cepat—tetapi menciptakan ikon global. Supra A80 dirancang untuk menantang mobil-mobil sport papan atas seperti Nissan Skyline GT-R, Porsche 911, dan bahkan Ferrari.
Untuk itu, Toyota membutuhkan mesin yang tidak hanya bertenaga, tapi juga kuat, responsif, dan tahan terhadap modifikasi. Jawabannya adalah mesin 2JZ-GTE—turunan dari 2JZ-GE (NA), namun dengan twin-turbo dan banyak peningkatan internal.
Mesin 2JZ-GTE adalah inline-6 (6 silinder segaris) berkapasitas 3.0 liter dengan sistem twin-turbocharger. Dibuat untuk kecepatan dan daya tahan, mesin ini bisa menghasilkan performa tinggi bahkan dalam kondisi standar.
Tipe Mesin: 2JZ-GTE DOHC 24-valve Inline-6
Kapasitas: 2.998 cc (3.0L)
Tenaga Maksimal: ±276 hp (JDM), ±320 hp (USDM)
Torsi Maksimal: 431 Nm (JDM), 427 Nm (USDM)
Turbocharger: Twin sequential turbo
Sistem Bahan Bakar: EFI
Rasio Kompresi: 8.5:1 (JDM), 8.5–9.0:1 (USDM)
Redline: Sekitar 7.200 rpm
Meskipun secara resmi dibatasi tenaga maksimal 276 hp (karena regulasi Jepang saat itu), kenyataannya Supra MK4 mampu menghasilkan tenaga lebih besar dan punya potensi luar biasa untuk tuning hingga 1000+ hp.
Keunggulan 2JZ-GTE bukan hanya pada kekuatan dasarnya, tapi juga dari teknologi dan kualitas komponennya. Mesin ini dirancang dengan blok besi cor yang sangat kuat dan komponen internal forged, termasuk:
Crankshaft baja tempa
Piston dan connecting rod berkualitas tinggi
Sistem turbo sequential (bekerja satu-per-satu untuk mengurangi lag)
Mesin ini juga menggunakan teknologi oil squirter untuk menjaga suhu piston, dan memiliki head silinder aluminium yang mampu menahan tekanan boost tinggi.
Salah satu keunggulan mesin 2JZ-GTE adalah penggunaan sistem twin sequential turbocharger. Berbeda dari twin turbo biasa, sistem ini bekerja dengan cara:
Turbo pertama aktif di putaran rendah untuk respons cepat.
Turbo kedua aktif di putaran menengah-tinggi untuk tenaga puncak.
Hasilnya, Supra MK4 mampu menghasilkan kurva torsi yang linear, tanpa delay parah (turbo lag) seperti mobil turbo generasi lama. Ini membuat mobil terasa kuat dan responsif di hampir semua putaran mesin.
2JZ-GTE dikenal sebagai "mesin 1000 hp dari pabrik." Dengan komponen internal bawaan pabrik yang sangat kuat, banyak tuner di seluruh dunia meng-upgrade mesin ini dengan turbo besar, manajemen ECU baru, dan sistem bahan bakar performa tinggi.
Dengan build yang tepat, mesin ini mampu menghasilkan:
500 hp hanya dengan upgrade turbo dan fuel system
700–800 hp dengan internal standar + manajemen boost
1000+ hp dengan internal forged + supporting mods
Itulah mengapa mesin ini sangat populer di dunia drag race, drifting, dan balap jalanan.
Mesin 2JZ-GTE hadir dalam dua varian utama:
JDM (Japanese Domestic Market)
Sistem twin turbo CT20A
ECU dengan tuning lebih konservatif
MAP sensor
USDM (United States Domestic Market)
Twin turbo CT12B
Menggunakan MAF sensor
Intercooler lebih besar
Output tenaga lebih tinggi secara real world
Meskipun terdapat perbedaan, keduanya tetap sama-sama tangguh dan bisa dimodifikasi untuk performa tinggi.
Toyota Supra MK4 dan mesin 2JZ-GTE semakin mendunia berkat penampilannya dalam film Fast & Furious (2001), di mana karakter Brian O’Conner mengendarai Supra oranye bertenaga besar. Sejak saat itu, Supra menjadi simbol mobil Jepang performa tinggi dan mesin 2JZ menjadi legenda.
Mesin 2JZ-GTE di Toyota Supra MK4 bukan sekadar mesin biasa. Ia adalah hasil dari teknik presisi Toyota, dibuat untuk bertahan dalam tekanan tinggi, dan mampu menghasilkan performa luar biasa bahkan dalam kondisi standar. Dengan potensi tuning yang hampir tak terbatas, daya tahan jangka panjang, dan teknologi turbo yang canggih untuk masanya, 2JZ-GTE adalah salah satu mesin mobil sport terbaik yang pernah dibuat.
Bagi pecinta otomotif, nama 2JZ-GTE tidak hanya berarti mesin—melainkan warisan dari era kejayaan mobil sport Jepang, simbol inovasi mekanikal, dan kebebasan dalam memodifikasi.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Fantastic4d