Cover Image

Mengenal Teknologi Mesin Suzuki Ertiga Hybrid: Efisien, Ramah Lingkungan, dan Siap Hadapi Masa Depan

August 6, 2025 - Reading time: 13 minutes

Dalam menghadapi era otomotif ramah lingkungan, banyak pabrikan mobil mulai mengadopsi teknologi elektrifikasi. Suzuki pun tak ingin ketinggalan. Salah satu buktinya adalah kehadiran Suzuki Ertiga Hybrid, mobil keluarga yang kini hadir dengan sistem mesin hybrid yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini memberikan kombinasi sempurna antara performa, efisiensi bahan bakar, dan pengurangan emisi gas buang.

Lantas, seperti apa sebenarnya teknologi mesin yang digunakan pada Ertiga Hybrid? Mari kita bahas lebih dalam.


Konsep Mesin Hybrid Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga Hybrid menggunakan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Teknologi ini berbeda dari sistem hybrid konvensional seperti milik Toyota atau Honda. SHVS merupakan sistem hybrid ringan atau mild hybrid yang bekerja dengan menggabungkan mesin bensin dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion.

Sistem ini tidak sepenuhnya menggerakkan mobil dengan tenaga listrik, melainkan mendukung kerja mesin bensin agar lebih efisien dalam kondisi tertentu, seperti saat akselerasi, deselerasi, atau saat fitur idle start-stop aktif.


Spesifikasi Mesin Suzuki Ertiga Hybrid

Mesin utama yang digunakan adalah mesin K15B dengan konfigurasi:

  • Tipe Mesin: 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC, VVT

  • Kapasitas Mesin: 1.462 cc

  • Tenaga Maksimal: 104,7 PS @ 6.000 rpm

  • Torsi Maksimal: 138 Nm @ 4.400 rpm

Sedangkan untuk sistem hybrid-nya, berikut komponennya:

  • ISG (Integrated Starter Generator): Berfungsi sebagai motor dan alternator untuk membantu akselerasi dan regenerasi energi saat deselerasi.

  • Baterai Lithium-Ion: Menyimpan energi listrik yang dihasilkan dari pengereman regeneratif dan digunakan saat dibutuhkan.

  • Idle Start-Stop System: Mematikan mesin otomatis saat berhenti dan menyalakan kembali saat pedal gas diinjak, menghemat bahan bakar saat kemacetan.


Cara Kerja Mesin Ertiga Hybrid

Teknologi hybrid ringan pada Ertiga bekerja dalam tiga kondisi utama:

  1. Saat Mobil Berhenti:
    Sistem Idle Start-Stop aktif. Mesin mati otomatis untuk menghemat bahan bakar. Saat pengemudi melepas rem (versi AT) atau menginjak kopling (versi MT), mesin langsung menyala kembali dengan bantuan ISG.

  2. Saat Akselerasi:
    ISG memberikan tambahan tenaga listrik untuk membantu kerja mesin bensin, sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat dan emisi lebih rendah.

  3. Saat Deselerasi atau Pengereman:
    Energi kinetik diubah menjadi energi listrik dan disimpan ke dalam baterai melalui proses regenerative braking.


Keunggulan Mesin Hybrid Suzuki Ertiga

1. Lebih Irit Bahan Bakar

Berkat dukungan ISG dan baterai, kerja mesin bensin lebih efisien. Dalam pengujian WLTP, konsumsi bahan bakar Ertiga Hybrid diklaim bisa mencapai 16-20 km/liter, tergantung kondisi jalan dan gaya mengemudi.

2. Emisi Lebih Rendah

Penggunaan teknologi hybrid ringan membantu mengurangi emisi karbon, mendukung program pemerintah menuju kendaraan ramah lingkungan.

3. Performa Halus dan Responsif

Meski menggunakan sistem mild hybrid, bantuan torsi dari ISG saat akselerasi membuat perpindahan tenaga terasa lebih halus, terutama saat start awal atau akselerasi mendadak.

4. Tidak Perlu Cas Eksternal

Berbeda dengan mobil listrik atau plug-in hybrid, baterai di Ertiga Hybrid tidak perlu diisi ulang manual. Energi baterai diisi otomatis saat mobil melambat atau mengerem.

suzuki-ertiga-smart-hybrid-engine | AutonetMagz :: Review Mobil dan Motor  Baru Indonesia


Perbedaan Mesin Ertiga Hybrid vs Ertiga Biasa

Fitur Ertiga Biasa (K15B) Ertiga Hybrid (K15B + ISG)
Jenis Mesin Bensin konvensional Mild Hybrid (SHVS)
Sistem Elektrifikasi Tidak ada Ada (ISG + Baterai Li-ion)
Idle Start-Stop Tidak ada Ada
Konsumsi BBM ± 14 km/liter ± 18 km/liter
Emisi Lebih tinggi Lebih rendah
Harga Lebih murah Sedikit lebih mahal

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Meski membawa sejumlah keunggulan, teknologi mesin Ertiga Hybrid juga memiliki beberapa keterbatasan:

  • Tambahan Bobot: Komponen ISG dan baterai menambah berat mobil, meski tidak signifikan.

  • Biaya Perawatan Tambahan: Walau tidak terlalu kompleks, sistem hybrid tetap memerlukan perhatian khusus terutama pada bagian baterai.

  • Bukan Full Hybrid: Teknologi SHVS tidak memungkinkan mobil berjalan hanya dengan tenaga listrik, berbeda dengan hybrid murni seperti Toyota Prius.


Kesimpulan

Mesin Suzuki Ertiga Hybrid menghadirkan solusi cerdas di tengah kebutuhan akan kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Dengan teknologi SHVS, mobil ini menawarkan efisiensi yang lebih baik tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan berkendara.

Meskipun belum sekompleks mobil hybrid murni, kehadiran mesin K15B yang dikombinasikan dengan ISG dan baterai lithium-ion sudah menjadi langkah besar bagi Suzuki dalam menghadirkan mobil keluarga masa depan. Bagi Anda yang mencari mobil hemat BBM, nyaman, dan lebih peduli lingkungan, Suzuki Ertiga Hybrid adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.

Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : iron4d

Kunjungi Juga