Pada awal dekade 1990-an, dunia otomotif dikejutkan dengan kehadiran sedan mewah yang memiliki performa layaknya mobil sport — Mercedes-Benz 500E 1992. Mobil ini bukan sekadar varian dari E-Class biasa, melainkan hasil kolaborasi istimewa antara dua raksasa otomotif Jerman: Mercedes-Benz dan Porsche.
500E dikenal sebagai “wolf in sheep’s clothing” — serigala berbulu domba — karena tampilannya yang elegan dan sederhana, namun menyembunyikan kekuatan luar biasa di balik kap mesinnya. Hingga kini, 500E masih dianggap sebagai salah satu sedan terbaik yang pernah diproduksi Mercedes-Benz, bahkan menjadi ikon bagi para penggemar mobil performa klasik.
Mercedes-Benz menginginkan sedan dengan performa tinggi untuk menyaingi mobil sport Italia dan Jerman lain di awal 90-an. Namun, proyek pengembangan mobil seperti ini membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Karena itu, Mercedes menggandeng Porsche untuk membantu dalam proses desain dan perakitan.
Proyek 500E dimulai dengan basis Mercedes-Benz W124, yang dikenal tangguh dan mewah. Porsche bertanggung jawab atas penyesuaian bodi agar bisa menampung mesin besar V8 5.0 liter, serta menangani sebagian besar proses perakitan di pabrik mereka di Zuffenhausen. Setelah itu, mobil dikirim kembali ke fasilitas Mercedes untuk penyelesaian akhir.
Kolaborasi ini menjadikan 500E sebagai mobil unik — bukan hanya dari sisi performa, tapi juga dari segi sejarah manufakturnya.
Sekilas, Mercedes-Benz 500E 1992 tampak seperti E-Class biasa. Namun, bagi penggemar otomotif sejati, detail kecil membuatnya berbeda. Mobil ini memiliki bodinya lebih lebar 56 mm dari W124 standar, guna menyesuaikan dengan lebar mesin dan roda yang lebih besar. Fender depan dan belakang sedikit menonjol, memberikan tampilan gagah namun tetap elegan.
Suspensi mobil direndahkan sekitar 25 mm dibanding versi E-Class biasa, membuat posisinya terlihat lebih sporty dan stabil di jalan. Velg 16 inci khas AMG dengan ban lebar 225/55 R16 menambah kesan agresif, sementara emblem “500E” di belakang menjadi satu-satunya petunjuk bahwa mobil ini bukan sedan biasa.
Desain sederhana tanpa tambahan aerokit berlebihan justru menjadi daya tarik tersendiri — keindahan dalam kesederhanaan khas Mercedes-Benz era 90-an.
Masuk ke dalam kabin, Mercedes-Benz 500E 1992 menghadirkan nuansa kemewahan sejati. Seluruh interior dilapisi material premium, mulai dari kulit berkualitas tinggi, panel kayu walnut, hingga instrumen analog klasik yang rapi dan mudah dibaca.
Kursi depan model Recaro elektrik dirancang khusus dengan bantalan tebal dan dukungan lateral kuat, agar pengemudi tetap nyaman meski mobil melaju cepat. Ruang kabin luas dan senyap, berkat insulasi suara yang sangat baik.
Fitur kenyamanan lainnya meliputi:
Klimat kontrol otomatis dua zona
Power window dan spion elektrik
Cruise control
Sistem audio premium Becker atau Blaupunkt
Kabin ini memadukan kenyamanan kelas bisnis dengan jiwa mobil sport, sesuatu yang jarang ditemukan di era tersebut.
Inilah bagian paling istimewa dari 500E. Di balik kap mesinnya tertanam mesin legendaris M119 V8 5.0 liter, yang sama digunakan pada Mercedes-Benz 500SL (R129). Mesin ini menghasilkan tenaga 326 horsepower (243 kW) dan torsi puncak 480 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 4-percepatan (4G-Tronic), menghasilkan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 5,9 detik — angka yang sangat impresif untuk sedan berat lebih dari 1,7 ton pada tahun 1992.
Kecepatan maksimumnya dibatasi secara elektronik di 250 km/jam, sesuai standar mobil Jerman. Namun tanpa pembatas, mesin ini mampu melaju lebih dari 270 km/jam.
Mesin M119 dikenal sangat kuat dan halus. Dengan perawatan rutin, ia bisa bertahan ratusan ribu kilometer tanpa masalah berarti.
Kolaborasi dengan Porsche tidak hanya berpengaruh pada mesin, tapi juga pada tuning suspensi dan sasis. 500E memiliki suspensi depan dan belakang independen dengan setelan khusus yang memberikan keseimbangan luar biasa antara kenyamanan dan performa.
Setirnya terasa berat namun sangat presisi, memberikan umpan balik yang akurat pada kecepatan tinggi. Rem cakram besar dengan ventilasi juga memastikan pengereman kuat dan stabil.
500E adalah mobil yang bisa digunakan untuk dua hal sekaligus: nyaman dikendarai santai di jalan raya, namun sangat agresif ketika pedal gas diinjak dalam-dalam. Tidak heran jika banyak penggemar menyebutnya sebagai “supercar tersembunyi dengan empat pintu.”
Mercedes-Benz 500E 1992 juga dibekali berbagai fitur modern pada masanya, antara lain:
ABS (Anti-lock Braking System)
ASR (Acceleration Slip Regulation), sistem pengendalian traksi untuk menjaga stabilitas.
Airbag ganda depan untuk keselamatan pengemudi dan penumpang.
Suspensi self-leveling di bagian belakang agar mobil tetap stabil meski membawa beban berat.
Kombinasi fitur-fitur ini menjadikan 500E sebagai salah satu sedan paling aman dan maju secara teknis di awal 90-an.
Produksi Mercedes-Benz 500E sangat terbatas dan unik. Karena proses perakitan sebagian dilakukan oleh Porsche secara manual, satu unit membutuhkan waktu sekitar 18 hari untuk diselesaikan.
Antara tahun 1991 hingga 1995, hanya sekitar 10.479 unit 500E/E500 (sebutan pasca facelift tahun 1994) yang diproduksi. Jumlah yang sangat sedikit untuk ukuran mobil Mercedes-Benz, menjadikannya koleksi langka dan bernilai tinggi hingga kini.
Di pasar mobil klasik, Mercedes-Benz 500E 1992 kini dianggap sebagai future classic. Desainnya yang timeless, kolaborasi unik dengan Porsche, serta performa mesin V8 menjadikannya salah satu sedan paling diminati kolektor.
Harga 500E dalam kondisi orisinal dan terawat bisa mencapai ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah, tergantung kondisi dan kelengkapan. Banyak penggemar mobil klasik menyebutnya sebagai “E-Class terbaik yang pernah dibuat.”
Mercedes-Benz 500E 1992 bukan sekadar sedan mewah — ia adalah karya teknik luar biasa hasil kolaborasi dua nama besar Jerman, Mercedes-Benz dan Porsche. Dengan desain elegan, mesin V8 bertenaga, serta kenyamanan tinggi, mobil ini menjadi legenda yang hingga kini tetap dikagumi.
Ia membuktikan bahwa kemewahan dan performa dapat hidup berdampingan dalam satu paket sempurna.
500E bukan hanya mobil cepat, tapi juga simbol dari era ketika kualitas, inovasi, dan karakter menjadi prioritas utama dalam dunia otomotif.