Pada awal dekade 1990-an, industri otomotif sedang berada di masa keemasan inovasi. Produsen mobil berlomba menghadirkan kendaraan yang tidak hanya nyaman dan bertenaga, tetapi juga tahan lama serta memiliki desain yang elegan. Di tengah persaingan itu, Mercedes-Benz E-Class 1990 muncul sebagai salah satu mobil paling ikonik yang pernah dibuat. Mobil ini menjadi simbol dari kualitas, kemewahan, dan kehandalan khas Jerman yang hingga kini masih dikagumi.
Mercedes-Benz E-Class 1990, dikenal dengan kode W124, merupakan penerus dari seri W123 yang legendaris. Mobil ini hadir dengan desain khas Mercedes pada zamannya: garis bodi tegas, proporsi simetris, dan tampilan mewah tanpa berlebihan. Setiap lekukan dibuat dengan perhitungan aerodinamis yang matang, menghasilkan koefisien hambatan udara hanya sekitar 0,29 — angka yang sangat rendah untuk mobil era itu.
Bagian depan dihiasi lampu kotak ganda yang menjadi ciri khas E-Class klasik. Gril besar dengan logo bintang tiga Mercedes-Benz berdiri tegak di tengahnya, memberikan kesan berwibawa dan elegan. Di sisi lain, bodinya dibuat dari material baja berkualitas tinggi yang kuat dan tahan karat, membuat banyak unit E-Class 1990 masih bertahan hingga sekarang.
Masuk ke dalam kabin E-Class 1990, kesan mewah dan nyaman langsung terasa. Material interiornya dibuat dari kulit, kayu asli, dan plastik berkualitas tinggi. Semua tombol dan panel disusun rapi dan mudah dijangkau oleh pengemudi, mencerminkan filosofi desain Mercedes-Benz yang berfokus pada kenyamanan pengguna.
Kursi depan memiliki desain ergonomis dengan bantalan tebal yang tetap nyaman bahkan setelah perjalanan jauh. Varian tertinggi sudah dilengkapi dengan power window, pengatur suhu otomatis, dan sunroof elektrik, fitur yang tergolong mewah pada awal 1990-an. Kabin juga dirancang senyap, memberikan pengalaman berkendara yang tenang dan elegan.
Salah satu alasan mengapa Mercedes-Benz E-Class 1990 masih dicintai hingga kini adalah keandalan mesinnya. Model ini hadir dengan berbagai pilihan mesin, mulai dari empat silinder (E200, E220), enam silinder (E300), hingga varian diesel yang terkenal irit (E250D dan E300D).
Mesin E300 3.0L inline-six menjadi salah satu yang paling populer karena mampu menghasilkan tenaga sekitar 180 hp dengan respons halus dan torsi melimpah. Mesin ini dikenal sangat awet, bahkan banyak pemilik yang mengaku mobilnya bisa menempuh jarak lebih dari 500.000 kilometer tanpa overhaul besar — bukti nyata kualitas teknik Mercedes-Benz.
Sistem transmisi otomatis empat percepatan juga bekerja halus, sementara versi manualnya memberikan kontrol lebih bagi pengemudi yang menyukai sensasi klasik. Performa mobil ini mungkin tidak seagresif sedan sport modern, tetapi kenyamanan dan kestabilannya di jalan tol sulit tertandingi.

Mercedes-Benz selalu menjadi pelopor dalam teknologi keselamatan, dan E-Class 1990 tidak terkecuali. Mobil ini sudah dilengkapi dengan ABS (Anti-lock Braking System) yang membantu menjaga traksi saat pengereman mendadak, serta airbag pengemudi, fitur yang sangat langka di awal 1990-an.
Selain itu, sistem suspensinya dirancang agar mampu menyesuaikan dengan kondisi jalan. Suspensi depan tipe MacPherson strut dan belakang multi-link independent memberikan kombinasi sempurna antara kenyamanan dan stabilitas. E-Class juga memiliki sistem pendingin mesin yang efisien, menjaganya tetap stabil bahkan saat menempuh perjalanan jauh di suhu tinggi.
Berkendara dengan Mercedes-Benz E-Class 1990 memberikan sensasi berbeda dibandingkan mobil lain pada masanya. Mobil ini terasa solid, tenang, dan sangat stabil di kecepatan tinggi. Setiap detail dari suspensi hingga peredam suara dirancang agar pengemudi merasa percaya diri dan nyaman.
Steering yang presisi juga memberikan kontrol yang baik tanpa terasa berat. Hal ini menjadikan E-Class 1990 cocok untuk berbagai kondisi — baik untuk perjalanan jauh di jalan tol maupun berkendara santai di dalam kota. Bahkan hingga saat ini, banyak yang menyebut pengalaman mengemudi E-Class klasik sebagai “old-school luxury driving” yang sulit ditiru mobil modern.
Varian diesel seperti E250D dan E300D menjadi favorit di pasar Eropa karena efisiensi bahan bakarnya yang luar biasa. Mesin diesel Mercedes-Benz dikenal mampu bekerja dengan konsumsi bahan bakar rendah, namun tetap bertenaga dan tahan lama. Banyak mobil E-Class diesel yang masih digunakan hingga sekarang, bahkan mencapai usia lebih dari 30 tahun.
Selain efisien, mobil ini juga dikenal mudah dirawat. Komponen mekanisnya dibuat kuat dan dapat diperbaiki dengan peralatan standar, tanpa memerlukan teknologi rumit seperti mobil modern. Inilah yang membuat E-Class 1990 menjadi pilihan populer bagi kolektor maupun penggemar mobil klasik.
Kini, lebih dari tiga dekade setelah peluncurannya, Mercedes-Benz E-Class 1990 (W124) dianggap sebagai salah satu sedan terbaik yang pernah diproduksi. Banyak unit yang masih digunakan harian dengan kondisi prima, bahkan sebagian besar menjadi mobil kolektor bernilai tinggi. Desainnya yang klasik dan reputasinya yang tangguh membuat mobil ini tetap dicari hingga kini.
Di Indonesia, W124 sering dijuluki sebagai “Merc Kotak” karena bentuknya yang khas. Mobil ini sering dianggap sebagai simbol status dan kesuksesan pada zamannya, terutama di kalangan profesional dan pejabat. Tak sedikit pula komunitas penggemar W124 yang masih aktif merawat dan melestarikan mobil ini sebagai warisan otomotif.
Mercedes-Benz E-Class 1990 adalah contoh sempurna dari mobil yang memadukan kemewahan, teknologi, dan ketangguhan dalam satu paket. Dari desain elegan, interior nyaman, mesin andal, hingga teknologi keselamatan canggih, semuanya mencerminkan standar tinggi yang selalu dijaga Mercedes-Benz.
Lebih dari sekadar alat transportasi, E-Class 1990 adalah simbol dari keanggunan dan presisi teknik Jerman. Tidak heran jika mobil ini masih dicintai dan digunakan hingga kini, bahkan oleh generasi muda yang menghargai nilai klasik dan kualitas sejati.
Bagi para penggemar otomotif, memiliki Mercedes-Benz E-Class 1990 bukan hanya tentang mengendarai mobil tua — melainkan tentang menikmati potongan sejarah otomotif yang penuh warisan dan kebanggaan.