Ketika berbicara tentang mobil klasik yang memiliki reputasi tangguh, elegan, dan tahan lama, Mercedes-Benz W124 1990 selalu masuk dalam daftar teratas. Sedan legendaris ini bukan sekadar kendaraan biasa — ia merupakan simbol keandalan dan keanggunan khas Jerman yang masih dikagumi hingga lebih dari tiga dekade kemudian.
Mercedes-Benz W124 adalah generasi E-Class yang diperkenalkan pada akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Model tahun 1990 menjadi salah satu yang paling populer karena menggabungkan desain modern pada zamannya dengan teknologi canggih dan kualitas rakitan yang sangat tinggi.
W124 memiliki desain bodi yang tegas dan proporsional, dengan garis lurus yang kuat dan tampilan yang simpel namun berkelas. Desain ini dikerjakan oleh Bruno Sacco, desainer legendaris Mercedes-Benz yang dikenal dengan filosofi “timeless design” — desain yang tetap relevan meski waktu terus berjalan.
Bagian depan mobil dihiasi lampu ganda kotak yang ikonik, dipadukan dengan gril vertikal dan logo bintang tiga berdiri tegak di tengahnya. Desain ini tidak hanya memberi kesan mewah, tetapi juga memperkuat citra otoritatif dan elegan di jalan.
Selain tampilan, aspek aerodinamika juga diperhatikan serius. Dengan koefisien drag hanya sekitar 0,29 Cd, W124 menjadi salah satu sedan paling efisien secara aerodinamis di masanya.
Masuk ke kabin Mercedes-Benz W124 1990, kesan pertama yang muncul adalah kemewahan dan ketelitian. Semua material interior terasa premium: jok kulit, aksen kayu asli di dashboard, serta tombol-tombol yang kokoh dan presisi.
Desain interior mengedepankan fungsi dan ergonomi. Semua kontrol mudah dijangkau pengemudi tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Jok dirancang dengan bentuk anatomis yang menopang tubuh dengan sempurna, menjadikannya sangat nyaman bahkan untuk perjalanan jauh.
Selain itu, sistem peredam suara di kabin juga sangat baik. Mesin, angin, dan suara jalan hampir tidak terdengar — sesuatu yang luar biasa untuk mobil tahun 1990.
Salah satu alasan mengapa W124 begitu melegenda adalah ketangguhan mesinnya. Mercedes-Benz menyediakan berbagai pilihan mesin untuk model 1990, termasuk versi bensin dan diesel.
E200 dan E220: mesin empat silinder, hemat bahan bakar, cocok untuk penggunaan harian.
E300 dan 300E: mesin enam silinder yang halus dan bertenaga, menghasilkan tenaga sekitar 180 hp.
E250D dan E300D: versi diesel yang sangat irit dan terkenal tahan lama hingga ratusan ribu kilometer.
Mesin-mesin ini dikombinasikan dengan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan yang terkenal lembut dan responsif. Akselerasi memang tidak secepat sedan modern, tetapi stabilitas dan kenyamanannya di kecepatan tinggi benar-benar luar biasa.
Bahkan banyak pemilik W124 yang mengklaim mobil mereka masih bisa berjalan mulus setelah menempuh jarak lebih dari 500.000 km tanpa overhaul besar. Itulah mengapa W124 sering dijuluki “The Last Real Mercedes” — mobil yang dibuat dengan filosofi ketahanan, bukan efisiensi biaya produksi.
Pada tahun 1990, W124 sudah dibekali berbagai teknologi yang tergolong modern. Salah satunya adalah ABS (Anti-lock Braking System) yang menjaga roda tidak terkunci saat pengereman mendadak, meningkatkan keselamatan di jalan licin.
Beberapa varian juga dilengkapi airbag untuk pengemudi, power window, central lock, dan sunroof elektrik — fitur yang pada saat itu hanya dimiliki mobil premium.
Suspensinya menggunakan sistem independent multi-link di belakang, memberikan keseimbangan sempurna antara kenyamanan dan kontrol. Teknologi ini menjadi dasar sistem suspensi modern Mercedes hingga kini.
Salah satu hal yang membuat Mercedes-Benz W124 begitu disukai adalah rasa berkendaranya. Setir terasa berat namun presisi, memberikan kontrol penuh kepada pengemudi. Suspensi empuk membuat mobil terasa meluncur mulus di jalan bergelombang, namun tetap stabil di kecepatan tinggi.
Sistem rem juga sangat baik, memberikan kepercayaan diri penuh saat mengemudi. Mobil ini tidak hanya nyaman untuk dikendarai, tetapi juga memberikan rasa aman yang kuat, sesuatu yang menjadi DNA semua produk Mercedes-Benz.
Ketangguhan W124 bukan hanya mitos. Banyak mobil ini masih aktif digunakan hingga kini, terutama di Eropa dan Asia Tenggara. Komponen mesinnya dirancang untuk bertahan lama dan mudah diperbaiki. Bahkan, suku cadang W124 masih mudah ditemukan karena basis penggemarnya yang luas.
Di Indonesia, komunitas Mercedes-Benz W124 Club Indonesia (MBWCI) masih aktif hingga saat ini. Banyak anggota yang dengan bangga merawat “Merc Kotak” mereka dalam kondisi orisinal, bahkan mengikuti kontes mobil klasik.
Kini, W124 bukan hanya mobil tua — ia telah menjadi kolektor item. Desain klasiknya yang abadi, mesin yang tangguh, dan reputasi Mercedes-Benz membuatnya tetap diminati di pasar mobil bekas.
Harga unit dalam kondisi terawat bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah, tergantung varian dan orisinalitasnya.
Lebih dari itu, W124 1990 memiliki nilai emosional dan historis. Ia adalah simbol dari masa ketika Mercedes-Benz membangun mobil tanpa kompromi terhadap kualitas. Mobil ini mewakili era di mana rekayasa Jerman mencapai puncaknya dalam hal kehandalan dan kemewahan.
Mercedes-Benz W124 1990 bukan sekadar kendaraan klasik — ia adalah perwujudan filosofi otomotif sejati: kuat, elegan, dan bertahan lama. Dari desain yang abadi, interior yang mewah, hingga performa mesin yang tak tertandingi, semuanya menunjukkan betapa seriusnya Mercedes-Benz dalam menciptakan mobil berkualitas tinggi.
Lebih dari tiga dekade kemudian, W124 tetap menjadi simbol kelas, ketangguhan, dan presisi Jerman. Bagi para penggemar otomotif, memiliki W124 bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga tentang merasakan keaslian dan kemewahan sejati dari era keemasan Mercedes-Benz.