Bicara tentang mobil sport legendaris, nama Toyota Supra pasti selalu muncul di urutan teratas. Mobil ini bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kecepatan, gaya, dan warisan otomotif Jepang yang mendunia. Meskipun model Supra terakhir sebelum masa vakum dirilis pada awal 2000-an, tahun 2007 menjadi masa di mana aura Supra masih terasa kuat, bahkan menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar otomotif di seluruh dunia.
Artikel ini akan membahas bagaimana Toyota Supra 2007 tetap menjadi idola meskipun tidak diproduksi secara resmi di tahun tersebut, serta mengulas teknologi, performa, dan legenda yang melekat pada namanya.
Toyota Supra pertama kali hadir pada tahun 1978 sebagai varian sport dari Toyota Celica. Namun seiring waktu, Supra tumbuh menjadi entitas tersendiri dengan performa luar biasa. Generasi keempat, yang dikenal sebagai A80 (1993–2002), menjadi yang paling terkenal berkat desain aerodinamis dan mesin legendarisnya — 2JZ-GTE twin-turbo.
Ketika Toyota menghentikan produksi Supra pada tahun 2002, dunia otomotif seolah kehilangan salah satu mobil sport terbaik. Namun, di tahun 2007, semangat Supra tetap hidup melalui komunitas penggemar, modifikasi, dan kehadiran unit-unit A80 yang masih berjaya di jalanan maupun lintasan balap.
Meski tidak ada model Supra baru di tahun 2007, banyak penggemar dan kolektor menganggap Supra A80 sebagai representasi “Supra 2007” karena masih sangat relevan pada masa itu.
Desainnya tetap menawan:
Bodi aerodinamis dengan lekukan tegas, menonjolkan kesan agresif namun elegan.
Spoiler besar di bagian belakang, berfungsi meningkatkan downforce.
Lampu depan bulat ganda, menjadi ciri khas Supra yang mudah dikenali.
Interior berorientasi pengemudi, dengan panel kontrol mengarah ke sisi pengemudi untuk fokus maksimal saat berkendara.
Bahkan pada tahun 2007, desain Supra generasi A80 masih terlihat modern dan tidak kalah dibandingkan mobil sport lain yang lebih baru seperti Nissan 350Z atau Mazda RX-8.
Hal yang paling membedakan Supra dengan mobil sport lain adalah mesinnya.
Model Supra A80 dibekali dengan mesin 2JZ-GTE 3.0L Inline-6 Twin-Turbo, yang menjadi legenda dalam dunia otomotif.
Tipe Mesin: 3.0L Inline-6 DOHC Twin Turbo
Tenaga Maksimum: 276 hp (standar Jepang) hingga 320 hp (versi ekspor)
Torsi Maksimum: 431 Nm
Transmisi: Manual 6-percepatan (Getrag V160) atau otomatis 4-percepatan
Sistem Penggerak: RWD (Rear-Wheel Drive)
0–100 km/jam: Sekitar 4,9 detik
Mesin ini dikenal sangat kuat dan mudah ditingkatkan tenaganya. Banyak tuner berhasil memodifikasi Supra hingga mencapai lebih dari 1000 hp, menjadikannya salah satu mobil paling disukai di dunia drag race dan street racing.
Toyota Supra generasi keempat (yang masih populer hingga 2007) sudah dibekali berbagai teknologi canggih pada masanya:
Sequential Twin-Turbo System:
Turbo pertama bekerja di putaran rendah untuk respons cepat, dan turbo kedua aktif di putaran tinggi untuk daya maksimum.
Active Spoiler dan Aerodynamic Efficiency:
Desain bodi yang dioptimalkan di terowongan angin untuk stabilitas kecepatan tinggi.
Traction Control System (TRC) dan ABS dengan 4-channel:
Memberikan kestabilan optimal, terutama saat bermanuver pada kecepatan tinggi.
Limited Slip Differential (LSD):
Membantu menjaga traksi roda belakang saat menikung atau akselerasi ekstrem.
Teknologi-teknologi tersebut menjadikan Supra bukan sekadar mobil cepat, tetapi juga canggih dan mudah dikendalikan, bahkan untuk pengemudi amatir.

Masuk ke dalam kabin Toyota Supra, nuansa sport car sejati langsung terasa.
Kursi bucket memberikan dukungan sempurna untuk pengemudi dan penumpang, terutama saat menikung tajam. Panel instrumen menghadap langsung ke pengemudi — konsep yang kemudian diadopsi oleh banyak mobil sport modern.
Fitur-fitur seperti AC otomatis, power window, dan sistem audio premium sudah tersedia, memberikan kenyamanan meski mobil ini berfokus pada performa.
Hingga tahun 2007, Toyota Supra sudah menjadi ikon budaya otomotif global.
Namanya semakin populer berkat kemunculannya dalam film Fast & Furious (2001), di mana Supra oranye milik mendiang Paul Walker menjadi legenda jalanan. Sejak itu, permintaan terhadap Supra meningkat drastis, terutama di kalangan kolektor dan penggemar modifikasi.
Selain itu, Supra juga menjadi benchmark bagi banyak mobil sport Jepang seperti Nissan GT-R, Mazda RX-7, dan Mitsubishi Lancer Evolution.
Meskipun Toyota tidak lagi memproduksi Supra baru pada tahun 2007, komunitas Supra di seluruh dunia tetap aktif. Ribuan pemilik melakukan modifikasi ekstrem, baik dari sisi performa maupun tampilan.
Beberapa modifikasi populer di era 2007 meliputi:
Upgrade Turbo untuk meningkatkan tenaga hingga 800–1000 hp.
Bodykit TRD atau Veilside untuk tampilan agresif.
Suspensi adjustable dan rem Brembo untuk performa balap.
Interior custom dengan sentuhan karbon atau kulit sport.
Komunitas Supra menjadi salah satu yang paling solid di dunia otomotif, mempertahankan reputasi mobil ini hingga Toyota meluncurkan Supra GR (A90) pada tahun 2019.
Pada tahun 2007, harga Toyota Supra bekas (terutama generasi A80) mulai melonjak tajam. Versi manual dengan mesin 2JZ-GTE menjadi incaran kolektor dan bisa dijual dengan harga dua kali lipat dari versi otomatis.
Kini, unit Supra yang masih orisinal bisa mencapai harga lebih dari 100.000 dolar AS, terutama yang berstatus low mileage dan kondisi terawat.
Toyota Supra 2007 mungkin bukan model baru secara produksi, tetapi pada tahun tersebut, namanya tetap bersinar sebagai ikon performa dan kecepatan Jepang.
Dengan desain abadi, mesin legendaris 2JZ-GTE, dan potensi modifikasi tak terbatas, Supra telah menorehkan sejarah besar di dunia otomotif.
Mobil ini bukan hanya simbol dari Japanese engineering excellence, tetapi juga representasi dari semangat penggemar otomotif yang tak pernah padam.
Hingga kini, Supra tetap menjadi legenda — bukan karena tahun produksinya, tetapi karena jiwa dan kekuatan yang dimilikinya.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188