Pada tahun 2004, dunia balap internasional tengah dikuasai oleh mobil-mobil super asal Eropa seperti Ferrari 550 GTS, Porsche 911 GT2, dan Corvette C5-R. Namun di balik dominasi tersebut, Jepang memiliki ikon yang tak kalah menakutkan: Toyota Supra GT2. Mobil ini bukan sekadar versi jalan raya, tetapi representasi nyata dari teknologi balap Toyota yang lahir dari DNA legendaris Supra MK4.
Toyota Supra GT2 2004 dirancang untuk bersaing di ajang FIA GT Championship, di mana performa, aerodinamika, dan ketahanan menjadi kunci kemenangan. Meski tidak setenar varian GT500 di Super GT Jepang, Supra GT2 tetap menjadi simbol supremasi teknik Jepang di dunia motorsport global.
Setelah kesuksesan besar Toyota Supra GT500 di ajang JGTC (All Japan Grand Touring Championship), Toyota memutuskan untuk membawa semangat balap Supra ke level internasional. Versi GT2 diciptakan sebagai bentuk adaptasi dari Supra GT500, namun dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan regulasi FIA GT2 — kelas mobil balap yang mengizinkan penggunaan mesin turbo dan basis dari mobil produksi massal.
Dengan pengembangan yang melibatkan tim Toyota Racing Development (TRD) dan TOM’S Japan, Supra GT2 menjadi simbol kebanggaan Jepang di ajang internasional yang selama ini didominasi oleh Eropa.
Toyota Supra GT2 2004 memiliki desain yang sangat berbeda dibanding versi jalan raya. Mobil ini dilengkapi dengan body kit aerodinamis penuh: bumper depan lebar dengan air intake besar, canard untuk meningkatkan downforce, serta diffuser belakang masif untuk menjaga stabilitas di kecepatan tinggi.
Bodi mobil dibuat dari bahan carbon fiber reinforced plastic (CFRP) agar bobotnya lebih ringan namun tetap kokoh. Velg magnesium 18 inci dipasangkan dengan ban balap slick yang dirancang untuk daya cengkeram maksimal di lintasan.
Ciri khas paling mencolok adalah rear wing berukuran besar — ikon sejati mobil balap GT2 — yang berfungsi menjaga traksi saat mobil melaju lebih dari 250 km/jam di trek lurus.
Toyota tidak ingin kehilangan identitas mesin legendarisnya. Supra GT2 2004 tetap mengandalkan basis mesin 2JZ-GTE, mesin inline-six 3.0 liter twin-turbo yang sudah terbukti ketangguhannya di dunia balap. Namun, mesin ini telah mengalami modifikasi besar-besaran oleh TRD untuk memenuhi regulasi GT2.
Berikut perkiraan spesifikasi performanya:
Tipe Mesin: 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE modifikasi TRD)
Tenaga Maksimum: ± 550–600 hp @ 7.000 rpm
Torsi Maksimum: ± 650 Nm @ 5.000 rpm
Transmisi: Sequential 6-speed Racing Gearbox
Sistem Penggerak: Rear-Wheel Drive (RWD)
Bobot: ± 1.150 kg
Dengan kombinasi mesin kuat dan bobot ringan, Supra GT2 2004 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 3,5 detik, serta mencapai kecepatan puncak sekitar 300 km/jam di lintasan lurus.

Sebagai mobil balap GT2, Supra 2004 menggunakan sistem suspensi double wishbone dengan coil-over shock absorbers yang bisa disesuaikan untuk berbagai jenis sirkuit. Komponen-komponen suspensi dibuat dari aluminium dan titanium agar lebih ringan namun tetap kuat menahan gaya G tinggi di tikungan.
Sistem rem menggunakan cakram ventilasi besar dengan kaliper 6-piston Brembo, yang mampu menghentikan mobil dari kecepatan tinggi secara presisi. Supra GT2 juga dilengkapi dengan traction control dan limited-slip differential (LSD) untuk menjaga traksi optimal di setiap tikungan tajam.
Pengendalian Supra GT2 dikenal sangat stabil dan responsif, membuatnya mudah dikendalikan oleh pembalap profesional bahkan pada kecepatan ekstrem.
Interior Toyota Supra GT2 2004 sepenuhnya dirancang untuk kebutuhan balap. Semua komponen yang tidak perlu dihilangkan untuk mengurangi bobot. Tidak ada sistem audio, AC, atau fitur kenyamanan — yang tersisa hanyalah elemen penting untuk kecepatan.
Kabinnya dilengkapi dengan roll cage penuh, kursi bucket seat dari Recaro, sabuk pengaman 6 titik, serta setir balap berbahan suede dengan sistem quick release. Panel instrumen menampilkan indikator digital yang berfokus pada RPM, tekanan turbo, dan suhu oli.
Setiap elemen di dalam mobil ini dibuat untuk satu tujuan: menang di lintasan balap.
Meski Toyota Supra GT2 tidak sepopuler versi GT500, beberapa unit sempat digunakan oleh tim independen di ajang FIA GT Championship dan 24 Hours of Le Mans GT2 Class pada awal 2000-an. Mobil ini dikenal tangguh dan konsisten dalam reliabilitas, meskipun sering menghadapi rival berat dari Porsche dan Ferrari.
Selain itu, Toyota Supra GT2 juga menjadi inspirasi utama bagi banyak tim balap independen di Asia dan Eropa yang menggunakan Supra sebagai basis untuk mobil kompetisi tingkat nasional.
Toyota Supra GT2 2004 memainkan peran penting dalam menjaga semangat balap Toyota tetap hidup selama masa transisi industri otomotif awal 2000-an. Meskipun Toyota tidak melanjutkan versi jalan rayanya setelah 2002, versi GT2 membuktikan bahwa Supra masih mampu bersaing di panggung dunia.
Ketika Toyota memperkenalkan GR Supra (A90) pada tahun 2019, semangat dari Supra GT2 terasa jelas — desain aerodinamis, penggerak roda belakang, serta performa mesin turbocharged yang buas. Dengan kata lain, GT2 menjadi salah satu fondasi penting dalam kebangkitan Supra modern.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Mesin | 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE TRD) |
| Tenaga | ± 550–600 hp |
| Torsi | ± 650 Nm |
| Transmisi | 6-Speed Sequential |
| Penggerak | RWD |
| Bobot | ± 1.150 kg |
| Kecepatan Maksimum | ± 300 km/jam |
| Akselerasi 0–100 km/jam | ± 3,5 detik |
Toyota Supra GT2 2004 bukan sekadar mobil balap — ia adalah simbol dari dedikasi Toyota terhadap dunia motorsport dan kecintaan terhadap performa tinggi. Dibangun dari warisan mesin legendaris 2JZ-GTE dan dikembangkan oleh TRD, Supra GT2 menunjukkan bahwa mobil Jepang mampu berdiri sejajar dengan supercar Eropa di lintasan internasional.
Meskipun kini Supra telah berevolusi menjadi GR Supra yang lebih modern, semangat kompetitif dan warisan teknologi dari Supra GT2 2004 tetap hidup — menginspirasi generasi baru pembalap dan pecinta otomotif di seluruh dunia.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188