Bagi para pecinta mobil sport klasik, nama Toyota Supra MK3 memiliki tempat istimewa dalam sejarah otomotif. Walaupun mobil ini pertama kali diluncurkan pada akhir tahun 1980-an, ketenarannya terus hidup hingga dekade 2000-an. Menariknya, pada tahun 2008, Toyota Supra MK3 kembali menjadi sorotan di kalangan komunitas otomotif dan modifikasi, seiring meningkatnya minat terhadap mobil klasik berperforma tinggi dari era 80–90-an.
Toyota Supra MK3, atau dikenal juga dengan kode A70 Supra, merupakan generasi ketiga dari lini Supra. Mobil ini menandai peralihan besar dari generasi sebelumnya karena untuk pertama kalinya, Supra berdiri sebagai model independen — tidak lagi berbagi platform dengan Toyota Celica.
Toyota Supra MK3 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1986 dan diproduksi hingga 1992. Mobil ini adalah hasil pengembangan langsung dari generasi Celica Supra, tetapi dengan desain dan karakter yang sepenuhnya baru.
Berbeda dari pendahulunya, MK3 menggunakan penggerak roda belakang (RWD) murni, bukan penggerak roda depan seperti Celica. Langkah ini membuat Supra semakin dekat dengan dunia mobil sport sejati, menjadikannya saingan langsung mobil seperti Nissan 300ZX, Mazda RX-7, dan Mitsubishi Starion.
Desainnya khas era 80-an — tajam, maskulin, dan aerodinamis. Walau sudah berumur puluhan tahun, gaya bodi Supra MK3 tetap terlihat gagah, terutama di kalangan penggemar mobil klasik Jepang pada tahun 2008.
Salah satu daya tarik utama Toyota Supra MK3 adalah mesinnya yang tangguh dan mudah di-upgrade. Mobil ini ditawarkan dalam dua varian mesin utama:
7M-GE (Naturally Aspirated) – 3.0L Inline-6, tenaga sekitar 200 hp.
7M-GTE (Turbocharged) – 3.0L Inline-6 Turbo, tenaga hingga 230–250 hp.
Pada masanya, mesin 7M-GTE dianggap sebagai salah satu mesin inline-6 terbaik buatan Toyota. Mesin ini memberikan keseimbangan ideal antara tenaga besar, torsi kuat, dan kemampuan modifikasi yang luas.
Bagi para tuner dan penggemar otomotif pada tahun 2008, mesin 7M-GTE menjadi “kanvas sempurna” untuk proyek modifikasi. Banyak Supra MK3 yang ditingkatkan menggunakan turbo besar, intercooler tambahan, serta sistem injeksi bahan bakar modern untuk menembus tenaga hingga 400–500 hp.
Tahun 2008 menandai kebangkitan besar minat terhadap mobil sport Jepang era 80-an dan 90-an. Komunitas otomotif di Amerika, Jepang, dan Asia Tenggara mulai mencari kembali model-model klasik seperti Toyota Supra MK3, Nissan Skyline R32, dan Mazda RX-7 FC.
Di berbagai forum otomotif seperti Club4AG, SupraForums, dan JDM Insider, MK3 menjadi topik hangat. Banyak penggemar muda tertarik karena harganya masih terjangkau, namun performa dan potensinya sangat tinggi.
Bahkan, beberapa modifikator menjuluki Supra MK3 sebagai “The Forgotten Supra” — mobil yang sering terlupakan di antara kemegahan MK2 klasik dan popularitas MK4, padahal secara teknis MK3 punya karakter unik yang kuat.

Supra MK3 memperkenalkan berbagai teknologi canggih untuk ukuran mobil tahun 80-an, yang masih dianggap relevan bahkan di tahun 2008. Beberapa fitur unggulannya antara lain:
Suspensi Independent 4 Roda (Double Wishbone): Menyediakan handling yang presisi dan stabilitas luar biasa di tikungan.
Electronic Adjustable Suspension (TEMS): Sistem peredam elektronik yang bisa diatur untuk mode normal atau sport — teknologi yang sangat maju pada zamannya.
Digital Dashboard (opsional): Beberapa varian Supra MK3 memiliki panel instrumen digital futuristik, yang menjadi daya tarik besar bagi kolektor di tahun 2008.
Cruise Control dan ABS: Menunjukkan bahwa Supra tidak hanya fokus pada kecepatan, tapi juga kenyamanan dan keamanan.
Semua teknologi tersebut menjadikan MK3 sebagai mobil sport “serius” yang memadukan performa dan teknologi canggih di masanya.
Dari segi desain, Toyota Supra MK3 tetap menarik di tahun 2008. Bodinya menampilkan bentuk aerodinamis, lampu pop-up khas era 80-an, dan lekukan bodi tegas yang membuatnya terlihat gagah.
Interiornya juga berorientasi pada pengemudi, dengan posisi duduk rendah dan kokpit yang ergonomis. Banyak penggemar memodifikasi interiornya dengan sentuhan modern seperti setir racing Momo, jok bucket, dan sistem audio digital, tanpa menghilangkan nuansa klasik.
Bagi penggemar otomotif tahun 2008, Supra MK3 adalah “proyek impian.” Pasar aftermarket untuk mobil ini cukup besar, terutama di Jepang dan Amerika Serikat.
Modifikasi populer di kalangan komunitas meliputi:
Swap Mesin: Banyak yang mengganti mesin 7M-GTE dengan 1JZ-GTE atau 2JZ-GTE dari MK4.
Upgrade Turbo dan Intercooler: Untuk meningkatkan performa hingga dua kali lipat dari tenaga standarnya.
Suspensi Adjustable dan Big Brake Kit: Untuk performa handling lebih baik di jalan atau lintasan.
Bodykit Custom: Dari gaya JDM clean look hingga widebody agresif ala Time Attack.
Dengan kombinasi performa mesin dan tampilan modifikasi yang tepat, Supra MK3 bisa bersaing dengan mobil sport modern bahkan di tahun 2008.
Pada 2008, harga Toyota Supra MK3 bekas masih tergolong terjangkau — sekitar US$6.000–12.000 tergantung kondisi dan orisinalitas. Namun, seiring meningkatnya popularitas mobil JDM klasik, harga Supra MK3 mulai naik tajam di pasar kolektor.
Mobil ini dianggap sebagai penghubung penting antara era klasik Supra (MK1 & MK2) dan masa keemasan Supra MK4 di tahun 90-an. Banyak penggemar menganggap MK3 adalah generasi “transisi” yang membawa DNA sejati Supra ke masa modern.
Toyota Supra MK3 2008 mungkin bukan mobil yang diproduksi di tahun itu, tetapi keberadaannya tetap kuat di dunia otomotif berkat reputasi legendaris, performa tangguh, dan potensi modifikasinya.
Di tahun 2008, ketika dunia mulai kembali mencintai mobil-mobil JDM klasik, Supra MK3 berdiri sebagai simbol nostalgia dan kekuatan sejati mobil sport Jepang. Mesin 7M-GTE-nya masih disegani, desainnya tetap memikat, dan kemampuannya di trek balap terus dibuktikan oleh komunitas.
Dengan warisan besar yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, Toyota Supra MK3 bukan sekadar mobil — ia adalah ikon yang membuktikan bahwa legenda sejati tak pernah mati, hanya berevolusi.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Bos5000