Toyota Supra MK4 2002 menjadi simbol puncak dari kehebatan industri otomotif Jepang di era 1990-an hingga awal 2000-an. Mobil ini tidak hanya terkenal karena performanya, tetapi juga karena status legendarisnya di dunia otomotif global. Sebagai model terakhir dari generasi keempat Supra (A80), versi tahun 2002 menandai akhir dari “golden era” mobil sport Toyota sebelum akhirnya Supra hiatus selama hampir dua dekade.
Bagi banyak penggemar mobil, Supra MK4 2002 bukan sekadar kendaraan — ia adalah ikon, legenda, dan karya teknik yang melampaui zamannya.
Generasi keempat Toyota Supra, dikenal dengan kode A80, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993. Supra ini merupakan hasil penyempurnaan dari generasi sebelumnya (A70) dengan fokus pada peningkatan performa, bobot yang lebih ringan, dan desain aerodinamis.
Produksi A80 berlangsung hingga tahun 2002, dan model tahun tersebut menjadi edisi terakhir sebelum Toyota menghentikan lini Supra.
Pada 2002, produksi Supra hanya dilakukan untuk pasar Jepang (JDM). Karena regulasi emisi dan penurunan permintaan global terhadap mobil sport, Toyota akhirnya menutup babak A80. Namun, siapa sangka bahwa dua dekade kemudian, Supra MK4 justru menjadi ikon otomotif yang paling dicari di dunia.
Desain Toyota Supra MK4 2002 adalah salah satu faktor terbesar mengapa mobil ini masih terlihat menawan hingga sekarang.
Dengan lekukan bodi yang aerodinamis, kap mesin panjang, dan atap rendah, Supra tampak agresif sekaligus elegan.
Ciri khas desain MK4 2002:
Lampu depan bulat ganda yang ikonik dan futuristik.
Spoiler besar di belakang, menambah stabilitas di kecepatan tinggi.
Bumper depan lebar dan sporty, dengan lubang udara besar.
Velg alloy 17 inci, khas varian RZ dan GZ.
Bentuk bodinya bukan hanya untuk gaya, tapi juga hasil dari riset aerodinamika serius — Supra memiliki koefisien drag hanya 0,31 Cd, menjadikannya sangat efisien di lintasan.
Masuk ke dalam kabin Supra MK4 2002, terasa jelas bahwa mobil ini diciptakan untuk pengemudi sejati.
Desain dashboard yang melengkung menghadap ke kursi pengemudi memberikan nuansa cockpit mobil balap.
Fitur interior utama:
Kursi bucket kulit dengan dukungan samping kuat.
Konsol tengah ergonomis, seluruh kontrol mudah dijangkau.
Panel instrumen analog dengan tachometer besar di tengah.
Material berkualitas tinggi yang tetap solid meski usianya kini lebih dari 20 tahun.
Interior Supra tidak penuh kemewahan seperti mobil modern, tapi justru memancarkan kesan fungsional dan fokus pada performa.
Inilah jantung dari kehebatan Toyota Supra MK4 2002 — mesin 2JZ-GTE, inline-6 3.0 liter twin-turbo yang menjadi legenda di dunia otomotif.
Mesin ini terkenal karena daya tahannya, torsi besar, dan kemampuannya menghasilkan tenaga luar biasa bahkan dengan modifikasi minimal.
Spesifikasi Teknis:
Mesin: 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE)
Tenaga: ± 276 hp (JDM) / hingga 320 hp (USDM)
Torsi: 431 Nm
Transmisi: Manual 6-percepatan Getrag V160 / Otomatis 4-percepatan
Penggerak: Rear-Wheel Drive (RWD)
Akselerasi 0–100 km/jam hanya 4,6 detik, dengan kecepatan puncak lebih dari 250 km/jam (dibatasi elektronik).
Namun, dengan modifikasi sederhana, mesin ini dapat dengan mudah mencapai 500–1000 hp, menjadikannya favorit di kalangan tuner dan pembalap.

Toyota Supra MK4 2002 menawarkan keseimbangan luar biasa antara kekuatan dan stabilitas.
Sasisnya terbuat dari campuran baja ringan dan aluminium, memberikan kekakuan struktural yang baik namun tetap ringan.
Sistem suspensi double wishbone di semua roda memastikan kontrol maksimal di tikungan.
Selain itu, Supra juga dilengkapi teknologi canggih untuk zamannya:
Traction Control (TRC)
ABS (Anti-lock Braking System)
Limited Slip Differential (LSD) untuk traksi optimal.
Hasilnya, Supra tidak hanya cepat di garis lurus, tapi juga lincah dan presisi saat bermanuver di tikungan tajam.
Popularitas Toyota Supra MK4 melonjak drastis setelah muncul dalam film “The Fast and The Furious” (2001), di mana karakter Brian O’Conner (Paul Walker) mengendarai Supra oranye ikonik.
Sejak saat itu, Supra menjadi simbol mobil tuner Jepang (JDM) dan diidolakan di seluruh dunia.
Selain di film, Supra juga mendominasi dunia video game, seperti Gran Turismo, Need for Speed, dan Forza Horizon.
Di komunitas modifikasi global, Supra MK4 menjadi kanvas utama untuk eksperimen performa ekstrem — dari drag race hingga drifting.
Karena tahun 2002 menjadi akhir produksi MK4, Supra edisi ini sangat langka dan diburu kolektor.
Harga Toyota Supra MK4 2002 terus meningkat setiap tahun karena kelangkaan dan status legendarisnya.
Kisaran harga (2024–2025):
Supra 2002 JDM Original: sekitar ¥8.000.000 – ¥12.000.000 (sekitar Rp1,1 – Rp1,8 miliar)
Supra 2002 USDM Manual: sekitar US$100.000 – US$200.000 (sekitar Rp1,6 – Rp3,2 miliar)
Unit manual 6-percepatan Getrag dengan kondisi original menjadi yang paling mahal dan sulit ditemukan.
Beberapa bahkan terjual di lelang internasional hingga lebih dari US$250.000 (sekitar Rp4 miliar).
Setelah Supra MK4 berhenti diproduksi pada 2002, Toyota sempat menghentikan lini sport mereka selama 17 tahun. Baru pada 2019, Toyota menghadirkan Supra MK5 (A90) hasil kolaborasi dengan BMW.
Meski lebih modern dan efisien, banyak penggemar masih menganggap MK4 sebagai “Supra sejati” karena mesin 2JZ-nya yang legendaris dan desainnya yang ikonik.
Toyota Supra MK4 2002 bukan sekadar mobil sport — ia adalah simbol puncak dari era keemasan otomotif Jepang.
Dengan desain abadi, mesin 2JZ-GTE yang tak tertandingi, dan performa luar biasa, Supra MK4 telah menempati tempat istimewa di hati para penggemar mobil di seluruh dunia.
Lebih dari 20 tahun setelah terakhir kali keluar dari jalur produksi, Supra MK4 2002 tetap menjadi mobil impian dan ikon kecepatan yang tak lekang oleh waktu.
Ia bukan hanya kendaraan, tetapi warisan — bukti nyata bahwa performa, karakter, dan jiwa sejati mobil sport tidak pernah pudar seiring waktu.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188