Nama Toyota Supra MK4 selalu menjadi simbol kejayaan mobil sport Jepang. Meskipun produksi resminya berakhir pada tahun 2002, banyak unit Supra MK4 yang masih eksis dan bahkan mendapat sentuhan modern di tahun-tahun berikutnya β termasuk di era 2006, ketika popularitasnya justru semakin meningkat di kalangan penggemar otomotif dunia.
Tahun 2006 bukanlah masa produksi resmi, tetapi merupakan masa keemasan modifikasi dan kebangkitan nama Supra. Banyak pecinta otomotif yang melakukan restomod (restorasi dan modifikasi modern) terhadap Supra MK4 agar tetap relevan dengan teknologi masa itu.
Mesin yang membuat Supra MK4 terkenal di seluruh dunia adalah 2JZ-GTE, mesin 6 silinder segaris berkapasitas 3.0 liter dengan twin-turbocharger.
Tenaga standarnya mencapai sekitar 276 hp (versi Jepang) dan hingga 320 hp di versi ekspor. Namun pada tahun 2006, banyak Supra yang sudah dimodifikasi hingga menghasilkan tenaga lebih dari 600 hp, bahkan menembus 1.000 hp dengan teknologi turbo modern.
Beberapa peningkatan teknologi populer di era 2006 antara lain:
ECU digital aftermarket seperti AEM dan HKS F-CON untuk kontrol bahan bakar presisi.
Turbo single upgrade dengan boost besar dan intercooler berkapasitas tinggi.
Sistem pendinginan aluminium racing radiator agar mesin tetap stabil di suhu ekstrem.
Transmisi manual 6-percepatan Getrag V160, terkenal sangat kuat dan responsif.
Mesin 2JZ-GTE di Supra MK4 2006 menjadi salah satu mesin paling legendaris di dunia tuning karena daya tahannya luar biasa terhadap tekanan modifikasi ekstrem.
Walaupun Supra MK4 berasal dari 1990-an, pada 2006 banyak yang telah diperbarui menggunakan teknologi baru seperti:
Sistem rem Brembo 4-piston hasil retrofit untuk meningkatkan pengereman.
Suspensi coilover adjustable dari TEIN atau KW agar handling lebih tajam.
Electronic Boost Controller (EBC) untuk mengatur tekanan turbo secara digital.
Sistem monitoring digital (wideband O2, EGT, boost display) di dalam kabin.
Perpaduan antara mekanik klasik dan kontrol elektronik modern menjadikan Supra MK4 tetap kompetitif bahkan di era mobil sport 2000-an.
Desain Toyota Supra MK4 2006 tetap mempertahankan bodi aerodinamis khas tahun 1990-an dengan sentuhan modern. Banyak pemilik melakukan:
Body kit VeilSide, Top Secret, atau Bomex, terinspirasi dari film Fast & Furious.
Lampu depan projector HID dan LED tail light.
Velg ringan forged berukuran 18β19 inci dari merek seperti Volk Racing dan Rays.
Hasilnya adalah kombinasi gaya klasik dan teknologi modern yang membuat Supra tampak agresif dan futuristik sekaligus.

Tahun 2006 menjadi masa kejayaan Supra MK4 di dunia drag race dan drift.
Mobil ini sering mendominasi berbagai kompetisi di Jepang dan Amerika berkat kekuatan mesinnya yang luar biasa.
Dengan tuning yang tepat, Supra bisa menembus waktu ΒΌ mil di bawah 10 detik, menjadikannya ikon kecepatan sejati.
Supra juga menjadi legenda di dunia hiburan, terutama setelah tampil dalam film The Fast and the Furious (2001), yang membuat model MK4 semakin dikenal global.
Pada 2006, komunitas Supra berkembang pesat. Forum seperti SupraForums dan Club4AG menjadi pusat diskusi teknologi dan modifikasi.
Penggemar dari seluruh dunia berbagi hasil build mereka, mulai dari drag-spec Supra 1.000 hp hingga versi street legal show car dengan detail sempurna.
Komunitas ini turut menjaga eksistensi Supra agar tetap hidup bahkan setelah produksinya berhenti.
Toyota Supra MK4 2006 adalah bukti bahwa legenda sejati tidak pernah mati.
Meski Toyota sudah menghentikan produksinya, semangat Supra terus hidup melalui tangan para penggemar dan tuner di seluruh dunia.
Dengan mesin 2JZ-GTE yang legendaris, desain yang abadi, dan potensi performa luar biasa, Supra MK4 tetap menjadi simbol kekuatan, gaya, dan kebanggaan dalam dunia otomotif hingga hari ini.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Elloslot