Dalam dunia otomotif, ada beberapa nama yang begitu kuat melekat di hati para penggemar mobil sport, dan Toyota Supra adalah salah satunya. Model tahun 2005 menjadi salah satu generasi terakhir dari Supra klasik yang masih mempertahankan karakter sejatinya: tenaga besar, handling presisi, dan desain yang menggoda adrenalin.
Meski Toyota Supra 2005 sudah lebih dari satu dekade berlalu, pesonanya tak pernah pudar. Bagi banyak pecinta otomotif, mobil ini bukan sekadar kendaraan — melainkan simbol kebebasan, kecepatan, dan rekayasa teknologi Jepang yang brilian.
Toyota Supra pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978 sebagai turunan dari Toyota Celica. Namun seiring waktu, Supra berkembang menjadi model yang benar-benar independen dengan identitas yang kuat. Generasi keempat, yang dikenal sebagai A80 (1993–2002 di Jepang, hingga 2005 di beberapa negara), merupakan puncak kejayaan Supra.
Versi 2005 adalah salah satu tahun terakhir dari generasi A80 yang masih diproduksi terbatas untuk pasar Jepang sebelum Toyota menghentikan produksinya. Karena itu, Supra 2005 dianggap sebagai versi pamungkas dari era klasik Supra sebelum kebangkitan kembali lewat Supra GR di tahun 2019.
Toyota Supra 2005 memiliki desain yang sangat khas dan mudah dikenali bahkan dari kejauhan. Garis bodinya tegas, rendah, dan aerodinamis, menandakan bahwa mobil ini diciptakan untuk performa tinggi.
Bagian depan menampilkan headlamp bulat ganda yang menjadi ciri khas Supra A80, sedangkan lekukan bodinya memberikan kesan kekar dan siap melesat di jalanan. Bagian belakang dengan spoiler besar dan lampu oval menambah kesan sporty yang kuat.
Meskipun desainnya sudah lebih dari dua dekade, Toyota Supra 2005 masih terlihat modern dan futuristik — bukti bahwa desain mobil sport sejati bersifat abadi.
Masuk ke dalam kabin Supra 2005, nuansa driver-oriented cockpit langsung terasa. Semua instrumen dan panel kontrol dirancang mengarah ke pengemudi untuk menciptakan rasa kendali penuh.
Material interiornya menggunakan kombinasi kulit dan bahan lembut, memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan sportivitas. Jok bucket yang ergonomis membuat pengemudi tetap stabil meski saat melaju di kecepatan tinggi.
Sementara itu, fitur hiburan masih sederhana dibandingkan standar mobil modern, namun semua fungsi utama seperti sistem audio, pendingin udara, dan pengaturan posisi kursi tetap tersedia dan mudah diakses.
Bagian paling terkenal dari Toyota Supra 2005 tentu adalah mesinnya. Mobil ini dibekali mesin 3.0 liter inline-six twin-turbo 2JZ-GTE, yang menjadi salah satu mesin paling legendaris di dunia otomotif.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 276 hp pada versi standar (dibatasi oleh regulasi Jepang) dan torque 431 Nm. Namun, dengan sedikit modifikasi, mesin 2JZ ini dapat dengan mudah menghasilkan lebih dari 600 hp tanpa kehilangan keandalan — menjadikannya favorit para tuner di seluruh dunia.
Supra 2005 juga tersedia dalam varian naturally aspirated (2JZ-GE) untuk pasar tertentu, namun versi twin-turbo tetap menjadi bintang utama.
Transmisi manual 6-percepatan Getrag V160 membuat pengalaman berkendara semakin menyenangkan, memberikan sensasi kontrol penuh terhadap tenaga mesin.
Untuk ukuran mobil sport tahun 2005, Supra sudah dilengkapi teknologi yang cukup canggih. Sistem traction control, ABS, dan limited-slip differential (LSD) hadir untuk menjaga stabilitas dan traksi saat bermanuver di kecepatan tinggi.
Suspensinya dirancang secara presisi dengan sistem double wishbone di depan dan belakang, yang membuat Supra sangat stabil dan responsif di tikungan tajam.
Selain itu, Toyota juga mengembangkan sasis dengan distribusi bobot ideal 50:50, memberikan keseimbangan sempurna antara kecepatan dan pengendalian.
Salah satu alasan mengapa Toyota Supra 2005 tetap populer hingga sekarang adalah pengaruh besar dari film “The Fast and the Furious” (2001). Mobil Supra oranye yang dikendarai oleh karakter Brian O’Conner (diperankan mendiang Paul Walker) menjadi simbol mobil sport Jepang yang mendunia.
Sejak saat itu, Supra tidak hanya dikenal sebagai mobil cepat, tapi juga sebagai ikon budaya otomotif global. Hingga kini, Supra A80 — termasuk versi 2005 — masih menjadi incaran kolektor dan penggemar modifikasi di seluruh dunia.
Meski dikenal sebagai mobil performa tinggi, Supra tetap mempertahankan efisiensi khas Toyota. Untuk mesin 2JZ-GTE, konsumsi bahan bakar rata-rata berada di kisaran 8–10 km/liter pada penggunaan normal.
Namun, yang paling mengesankan dari Supra adalah daya tahan mesinnya. Banyak pengguna Supra melaporkan bahwa mesin ini mampu menempuh ratusan ribu kilometer tanpa mengalami kerusakan berarti, bahkan setelah dimodifikasi berat.
Kombinasi performa dan ketahanan ini menjadi alasan mengapa Supra dianggap sebagai salah satu mobil sport paling tangguh sepanjang masa.
Karena produksi Toyota Supra 2005 sangat terbatas, unit yang masih dalam kondisi asli kini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Di pasar internasional, harga Supra A80 2005 yang masih terawat bisa mencapai ratusan ribu dolar, tergantung kondisi dan spesifikasi.
Nilai historisnya tidak hanya karena performa, tetapi juga karena posisinya sebagai generasi terakhir dari Supra “murni”, sebelum era kolaborasi Toyota dengan BMW untuk Supra GR modern.
Toyota Supra 2005 bukan hanya mobil sport biasa, melainkan ikon kecepatan dan inovasi otomotif Jepang. Dengan desain abadi, mesin legendaris 2JZ-GTE, serta performa luar biasa, Supra tetap menjadi tolok ukur bagi mobil sport modern hingga kini.
Kombinasi antara kekuatan, keandalan, dan warisan budaya menjadikan Toyota Supra 2005 sebagai mobil yang tidak lekang oleh waktu. Ia adalah simbol kejayaan era ketika mobil sport diciptakan dengan jiwa dan karakter sejati, bukan sekadar angka dan teknologi.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Elloslot
Pada tahun 2004, dunia balap internasional tengah dikuasai oleh mobil-mobil super asal Eropa seperti Ferrari 550 GTS, Porsche 911 GT2, dan Corvette C5-R. Namun di balik dominasi tersebut, Jepang memiliki ikon yang tak kalah menakutkan: Toyota Supra GT2. Mobil ini bukan sekadar versi jalan raya, tetapi representasi nyata dari teknologi balap Toyota yang lahir dari DNA legendaris Supra MK4.
Toyota Supra GT2 2004 dirancang untuk bersaing di ajang FIA GT Championship, di mana performa, aerodinamika, dan ketahanan menjadi kunci kemenangan. Meski tidak setenar varian GT500 di Super GT Jepang, Supra GT2 tetap menjadi simbol supremasi teknik Jepang di dunia motorsport global.
Setelah kesuksesan besar Toyota Supra GT500 di ajang JGTC (All Japan Grand Touring Championship), Toyota memutuskan untuk membawa semangat balap Supra ke level internasional. Versi GT2 diciptakan sebagai bentuk adaptasi dari Supra GT500, namun dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan regulasi FIA GT2 — kelas mobil balap yang mengizinkan penggunaan mesin turbo dan basis dari mobil produksi massal.
Dengan pengembangan yang melibatkan tim Toyota Racing Development (TRD) dan TOM’S Japan, Supra GT2 menjadi simbol kebanggaan Jepang di ajang internasional yang selama ini didominasi oleh Eropa.
Toyota Supra GT2 2004 memiliki desain yang sangat berbeda dibanding versi jalan raya. Mobil ini dilengkapi dengan body kit aerodinamis penuh: bumper depan lebar dengan air intake besar, canard untuk meningkatkan downforce, serta diffuser belakang masif untuk menjaga stabilitas di kecepatan tinggi.
Bodi mobil dibuat dari bahan carbon fiber reinforced plastic (CFRP) agar bobotnya lebih ringan namun tetap kokoh. Velg magnesium 18 inci dipasangkan dengan ban balap slick yang dirancang untuk daya cengkeram maksimal di lintasan.
Ciri khas paling mencolok adalah rear wing berukuran besar — ikon sejati mobil balap GT2 — yang berfungsi menjaga traksi saat mobil melaju lebih dari 250 km/jam di trek lurus.
Toyota tidak ingin kehilangan identitas mesin legendarisnya. Supra GT2 2004 tetap mengandalkan basis mesin 2JZ-GTE, mesin inline-six 3.0 liter twin-turbo yang sudah terbukti ketangguhannya di dunia balap. Namun, mesin ini telah mengalami modifikasi besar-besaran oleh TRD untuk memenuhi regulasi GT2.
Berikut perkiraan spesifikasi performanya:
Tipe Mesin: 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE modifikasi TRD)
Tenaga Maksimum: ± 550–600 hp @ 7.000 rpm
Torsi Maksimum: ± 650 Nm @ 5.000 rpm
Transmisi: Sequential 6-speed Racing Gearbox
Sistem Penggerak: Rear-Wheel Drive (RWD)
Bobot: ± 1.150 kg
Dengan kombinasi mesin kuat dan bobot ringan, Supra GT2 2004 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 3,5 detik, serta mencapai kecepatan puncak sekitar 300 km/jam di lintasan lurus.

Sebagai mobil balap GT2, Supra 2004 menggunakan sistem suspensi double wishbone dengan coil-over shock absorbers yang bisa disesuaikan untuk berbagai jenis sirkuit. Komponen-komponen suspensi dibuat dari aluminium dan titanium agar lebih ringan namun tetap kuat menahan gaya G tinggi di tikungan.
Sistem rem menggunakan cakram ventilasi besar dengan kaliper 6-piston Brembo, yang mampu menghentikan mobil dari kecepatan tinggi secara presisi. Supra GT2 juga dilengkapi dengan traction control dan limited-slip differential (LSD) untuk menjaga traksi optimal di setiap tikungan tajam.
Pengendalian Supra GT2 dikenal sangat stabil dan responsif, membuatnya mudah dikendalikan oleh pembalap profesional bahkan pada kecepatan ekstrem.
Interior Toyota Supra GT2 2004 sepenuhnya dirancang untuk kebutuhan balap. Semua komponen yang tidak perlu dihilangkan untuk mengurangi bobot. Tidak ada sistem audio, AC, atau fitur kenyamanan — yang tersisa hanyalah elemen penting untuk kecepatan.
Kabinnya dilengkapi dengan roll cage penuh, kursi bucket seat dari Recaro, sabuk pengaman 6 titik, serta setir balap berbahan suede dengan sistem quick release. Panel instrumen menampilkan indikator digital yang berfokus pada RPM, tekanan turbo, dan suhu oli.
Setiap elemen di dalam mobil ini dibuat untuk satu tujuan: menang di lintasan balap.
Meski Toyota Supra GT2 tidak sepopuler versi GT500, beberapa unit sempat digunakan oleh tim independen di ajang FIA GT Championship dan 24 Hours of Le Mans GT2 Class pada awal 2000-an. Mobil ini dikenal tangguh dan konsisten dalam reliabilitas, meskipun sering menghadapi rival berat dari Porsche dan Ferrari.
Selain itu, Toyota Supra GT2 juga menjadi inspirasi utama bagi banyak tim balap independen di Asia dan Eropa yang menggunakan Supra sebagai basis untuk mobil kompetisi tingkat nasional.
Toyota Supra GT2 2004 memainkan peran penting dalam menjaga semangat balap Toyota tetap hidup selama masa transisi industri otomotif awal 2000-an. Meskipun Toyota tidak melanjutkan versi jalan rayanya setelah 2002, versi GT2 membuktikan bahwa Supra masih mampu bersaing di panggung dunia.
Ketika Toyota memperkenalkan GR Supra (A90) pada tahun 2019, semangat dari Supra GT2 terasa jelas — desain aerodinamis, penggerak roda belakang, serta performa mesin turbocharged yang buas. Dengan kata lain, GT2 menjadi salah satu fondasi penting dalam kebangkitan Supra modern.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Mesin | 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE TRD) |
| Tenaga | ± 550–600 hp |
| Torsi | ± 650 Nm |
| Transmisi | 6-Speed Sequential |
| Penggerak | RWD |
| Bobot | ± 1.150 kg |
| Kecepatan Maksimum | ± 300 km/jam |
| Akselerasi 0–100 km/jam | ± 3,5 detik |
Toyota Supra GT2 2004 bukan sekadar mobil balap — ia adalah simbol dari dedikasi Toyota terhadap dunia motorsport dan kecintaan terhadap performa tinggi. Dibangun dari warisan mesin legendaris 2JZ-GTE dan dikembangkan oleh TRD, Supra GT2 menunjukkan bahwa mobil Jepang mampu berdiri sejajar dengan supercar Eropa di lintasan internasional.
Meskipun kini Supra telah berevolusi menjadi GR Supra yang lebih modern, semangat kompetitif dan warisan teknologi dari Supra GT2 2004 tetap hidup — menginspirasi generasi baru pembalap dan pecinta otomotif di seluruh dunia.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188
Banyak penggemar otomotif di seluruh dunia mengenal nama Toyota Supra sebagai simbol kecepatan, ketangguhan, dan warisan balap Jepang. Namun, ketika seseorang menyebut Toyota Supra MK5 tahun 2004, sebenarnya itu adalah model yang tidak pernah ada secara resmi. Produksi generasi keempat Supra, yaitu MK4 (A80), berakhir pada tahun 2002 di sebagian besar pasar, dan Toyota baru menghidupkan kembali nama Supra 17 tahun kemudian, pada tahun 2019 dengan Supra MK5 (A90).
Meski begitu, gagasan tentang “Toyota Supra MK5 2004” menarik untuk dibahas, karena pada masa itu dunia otomotif tengah berubah — dan jika Toyota melanjutkan produksi Supra pada tahun 2004, hasilnya mungkin menjadi salah satu mobil sport paling mengagumkan dalam sejarah. Artikel ini akan membahas secara imajiner dan analitis seperti apa Toyota Supra MK5 2004 seandainya benar-benar dibuat, berdasarkan perkembangan teknologi, desain, dan tren mobil sport di era tersebut.
Pada awal 2000-an, Toyota menghentikan produksi Supra MK4 karena berbagai alasan — termasuk regulasi emisi yang ketat, menurunnya permintaan mobil sport, dan fokus perusahaan pada kendaraan yang lebih efisien bahan bakar. Namun, pada saat yang sama, muncul era baru mobil performa tinggi seperti Nissan 350Z, Mazda RX-8, dan Honda S2000.
Jika Toyota melanjutkan pengembangan Supra setelah MK4, maka Supra MK5 2004 bisa menjadi pesaing alami mobil-mobil tersebut, sekaligus mempertahankan dominasi Toyota di segmen Japanese sports car.
Bayangkan Toyota Supra MK5 2004 sebagai penerus langsung MK4 dengan desain yang lebih modern namun tetap mempertahankan DNA klasiknya. Mobil ini kemungkinan akan memiliki bodi yang lebih ramping, lampu depan berbentuk tajam dengan teknologi HID (High-Intensity Discharge) yang sedang populer saat itu, serta bentuk grille yang lebih agresif.
Garis-garis aerodinamis khas Supra tetap dipertahankan, tetapi dengan sentuhan modern seperti bumper berlekuk, side skirt yang tegas, dan spoiler belakang yang lebih menyatu dengan bodi. Dengan bahan ringan seperti aluminium dan carbon fiber, Supra MK5 2004 akan memiliki bobot lebih ringan dan efisiensi aerodinamika yang lebih baik dibanding pendahulunya.
Pada tahun 2004, dunia otomotif mulai mengalami transisi menuju interior digital dan kenyamanan tinggi tanpa meninggalkan kesan sporty. Seandainya Toyota Supra MK5 2004 hadir, interiornya kemungkinan akan menampilkan kokpit berorientasi pengemudi dengan panel instrumen semi-digital, layar tengah berukuran kecil (sekitar 7 inci), serta kontrol AC otomatis.
Material kulit dan serat karbon mungkin akan digunakan di bagian dashboard dan panel pintu. Sementara itu, setir berdesain tiga palang dengan logo “Supra” di tengah akan memperkuat karakter sport mobil ini.
Meski lebih canggih, Supra MK5 tetap akan mempertahankan esensi manualitas dan koneksi langsung antara pengemudi dan mesin, seperti yang menjadi ciri khas MK4.
Tidak diragukan lagi, jantung dari Toyota Supra MK5 2004 akan menjadi faktor penentu daya tariknya. Jika Toyota melanjutkan dari generasi MK4, mesin yang digunakan kemungkinan besar adalah evolusi dari 2JZ-GTE, atau versi baru dengan teknologi Variable Valve Timing (VVT-i) yang lebih efisien dan responsif.
Prediksi mesin:
Tipe Mesin: 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE VVT-i Enhanced)
Tenaga: Sekitar 330–350 hp
Torsi: ±450 Nm
Transmisi: Manual 6-percepatan atau Otomatis 5-percepatan Sequential
Sistem Penggerak: RWD (Rear-Wheel Drive)
Dengan konfigurasi tersebut, Supra MK5 2004 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 4,5 detik, menjadikannya setara dengan mobil sport Eropa seperti Porsche 911 Carrera generasi awal 2000-an.
Toyota kemungkinan akan mengadopsi platform FR (Front-engine, Rear-wheel drive) baru dengan sistem suspensi double wishbone di depan dan multi-link di belakang, yang telah terbukti efektif pada MK4.
Namun untuk versi 2004, teknologi traction control dan ABS canggih pasti menjadi fitur standar. Suspensi bisa disempurnakan dengan sistem adaptive dampers, memberikan kenyamanan di jalan raya dan ketepatan tinggi di sirkuit.
Handling Supra MK5 2004 akan lebih presisi dengan distribusi bobot ideal 50:50, serta sistem kemudi yang lebih responsif berkat penggunaan rack-and-pinion hydraulic steering yang lebih tajam.
Sebagai mobil sport dari era 2000-an, Supra MK5 2004 tentu akan membawa fitur-fitur modern untuk masa itu, seperti:
Keyless entry dan start button
Airbag ganda dan side-impact protection
Traction & stability control system (VSC)
Cruise control elektronik
Head unit dengan sistem navigasi opsional
Sistem audio JBL premium
Dengan kombinasi performa tinggi dan fitur keamanan modern, Supra MK5 2004 akan menjadi mobil sport yang tak hanya cepat, tapi juga nyaman dan aman dikendarai sehari-hari.
Meski Supra MK5 2004 tidak pernah benar-benar lahir, konsepnya tetap hidup di benak penggemar otomotif. Mobil ini menjadi “what if legend” — legenda yang tidak nyata tetapi sangat mungkin terjadi.
Ketika Toyota akhirnya merilis GR Supra (A90) pada 2019, banyak orang membayangkan bahwa itulah bentuk nyata dari impian Supra yang seharusnya hadir di era 2000-an. GR Supra membawa semangat yang sama: mesin inline-six turbo, penggerak roda belakang, dan karakter berkendara yang tajam — semua mengakar pada filosofi Supra MK4.
Toyota Supra MK5 2004 mungkin tidak pernah ada dalam bentuk nyata, tetapi secara ide dan potensi, mobil ini bisa saja menjadi salah satu mobil sport paling fenomenal di zamannya. Dengan kombinasi desain evolusioner, mesin 2JZ yang disempurnakan, dan teknologi modern, Supra MK5 2004 bisa menjadi jembatan antara era klasik dan modern Toyota.
Dalam dunia nyata, Supra MK5 baru hadir belasan tahun kemudian. Namun, bagi para penggemar sejati, bayangan akan Supra MK5 versi 2004 tetap menjadi simbol "mobil impian yang terlambat lahir" — sebuah legenda yang hidup di imajinasi setiap pecinta mobil sport sejati.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188
Toyota Supra MK4 2004 menjadi penutup yang sempurna dari salah satu generasi mobil sport paling ikonik di dunia. Generasi keempat Supra, yang dikenal dengan kode sasis A80, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 dan resmi berakhir produksinya pada tahun 2004. Namun, meski sudah lebih dari dua dekade berlalu, nama Supra MK4 tetap hidup di hati para pecinta otomotif berkat desainnya yang timeless, performa legendaris, serta mesin 2JZ-GTE yang dianggap sebagai salah satu mesin terbaik yang pernah dibuat.
Toyota Supra MK4 2004 hadir dengan desain yang memadukan estetika sporty dan aerodinamika tinggi. Desainnya merupakan hasil evolusi dari generasi sebelumnya, namun dengan tampilan yang jauh lebih agresif dan modern.
Bagian depan tampil dengan lampu bulat ganda yang khas dan kap mesin panjang yang menegaskan karakter mobil sport sejati. Bentuk bodinya yang membulat dengan garis halus memberikan kesan aerodinamis tanpa kehilangan sisi maskulinnya. Spoiler besar di bagian belakang bukan hanya pemanis, tetapi juga berfungsi meningkatkan stabilitas pada kecepatan tinggi.
Meskipun banyak mobil sport modern hadir dengan desain futuristik, Supra MK4 tetap dianggap abadi. Proporsinya sempurna — lebar, rendah, dan memiliki stance yang kuat — membuatnya tetap menjadi pusat perhatian di jalan raya maupun lintasan balap.
Masuk ke dalam kabin Toyota Supra MK4 2004, nuansa sport langsung terasa. Semua panel kontrol dibuat mengarah ke sisi pengemudi, menciptakan pengalaman seperti berada di kokpit pesawat.
Material yang digunakan berkualitas tinggi untuk zamannya, dengan perpaduan kulit dan plastik lembut. Kursi sport dengan sandaran tinggi memberikan dukungan ergonomis saat berkendara cepat. Meski mobil ini fokus pada performa, Toyota tetap memperhatikan kenyamanan, dengan fitur seperti AC otomatis, power window, dan sistem audio premium bawaan.
Namun yang paling menonjol adalah kesederhanaan dan fungsionalitasnya. Supra MK4 tidak mengandalkan teknologi rumit, melainkan menawarkan koneksi langsung antara pengemudi dan mesin.
Jantung dari Toyota Supra MK4 2004 adalah mesin legendaris 2JZ-GTE — sebuah karya teknik yang membuat mobil ini dikenal di seluruh dunia. Mesin ini berkapasitas 3.0 liter inline-six twin-turbo, menghasilkan tenaga hingga 276 hp (secara resmi di Jepang karena pembatasan tenaga “gentlemen’s agreement”), namun versi ekspor bisa mencapai 320 hp.
Namun, angka itu hanyalah permulaan. Potensi tuning mesin 2JZ-GTE luar biasa — banyak modifikasi Supra yang mampu menembus 1.000 hp atau lebih tanpa mengganti blok mesin utama. Struktur mesin yang kuat, sistem pendinginan efisien, dan kemampuan menangani tekanan tinggi menjadikannya favorit di dunia balap, terutama drag racing dan drifting.
Untuk transmisi, Supra MK4 2004 menggunakan dua pilihan: manual 6-percepatan Getrag V160 atau otomatis 4-percepatan. Penggemar sejati biasanya memilih versi manual karena memberikan kontrol penuh atas tenaga besar yang dimilikinya.
Performa Supra MK4 2004 tidak hanya bergantung pada mesin, tetapi juga pada kemampuan pengendaliannya. Mobil ini menggunakan suspensi independen di keempat roda dengan konfigurasi double wishbone, memberikan keseimbangan sempurna antara stabilitas dan kenyamanan.
Distribusi bobot yang mendekati 50:50 menjadikan Supra MK4 sangat stabil di kecepatan tinggi maupun saat menikung tajam. Sistem pengereman ventilated disc brake dari Brembo memastikan daya henti yang konsisten dan kuat.
Selain itu, Supra MK4 juga dilengkapi dengan limited-slip differential (LSD) yang membantu menjaga traksi optimal, terutama saat keluar dari tikungan atau berakselerasi mendadak.
Toyota Supra MK4 2004 bukan hanya dikenal karena performanya, tetapi juga karena pengaruhnya di budaya populer. Mobil ini menjadi ikon setelah tampil di film The Fast and the Furious (2001) sebagai mobil utama yang dikendarai oleh karakter Brian O’Conner (Paul Walker).
Sejak saat itu, Supra MK4 dianggap sebagai simbol mobil sport Jepang sejati — cepat, kuat, dan mudah dimodifikasi. Popularitasnya melonjak di seluruh dunia, dan hingga kini harga unit bekasnya terus naik, bahkan mencapai ratusan ribu dolar untuk kondisi orisinal atau edisi langka.
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Mesin | 3.0L Inline-6 Twin Turbo (2JZ-GTE) |
| Tenaga Maksimum | 276–320 hp |
| Torsi Maksimum | 431 Nm |
| Transmisi | Manual 6-speed / Otomatis 4-speed |
| Penggerak | RWD (Rear-Wheel Drive) |
| Akselerasi 0–100 km/jam | ± 4,9 detik |
| Kecepatan Maksimum | ± 250 km/jam (dibatasi) |
| Konsumsi BBM | Sekitar 8–10 km/liter (kombinasi) |
| Berat Kosong | ± 1.560 kg |
Toyota Supra MK4 2004 adalah lebih dari sekadar mobil sport — ia adalah ikon otomotif global yang merepresentasikan puncak teknologi dan semangat balap Toyota di era 1990-an hingga awal 2000-an. Dengan desain yang abadi, mesin 2JZ-GTE yang legendaris, serta performa luar biasa, Supra MK4 menjadi tolak ukur bagi mobil sport Jepang lainnya.
Bahkan setelah Toyota memperkenalkan generasi terbaru Supra (A90) beberapa tahun lalu, banyak penggemar masih menganggap MK4 sebagai versi terbaik yang pernah ada. Mobil ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang tetap bersinar hingga kini — bukti nyata bahwa kehebatan sejati tidak lekang oleh waktu.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : https://www.littlerivercounty.org/
Toyota Supra 2004 menjadi simbol terakhir dari generasi keempat (MK4) yang menutup era kejayaan mobil sport Jepang di awal tahun 2000-an. Meski produksinya telah dihentikan pada tahun tersebut, Supra tetap menjadi legenda otomotif berkat desainnya yang ikonik, performa luar biasa, serta mesin yang mampu menandingi supercar Eropa. Hingga kini, Toyota Supra 2004 masih menjadi incaran para kolektor dan pecinta kecepatan di seluruh dunia.
Toyota Supra 2004 mempertahankan desain khas MK4 yang telah dikenal sejak 1993. Mobil ini memiliki tampilan aerodinamis dengan lekukan halus namun tegas di setiap sisi bodinya. Kap mesin yang panjang dan buritan pendek mencerminkan karakter sport murni, sementara spoiler belakang besar menegaskan bahwa mobil ini memang dibuat untuk performa tinggi.
Lampu depan berbentuk bulat ganda yang khas serta grill minimalis memberikan kesan elegan namun tetap garang. Selain itu, Supra 2004 menggunakan bodi yang relatif ringan berkat penggunaan material aluminium di beberapa bagian, menjadikannya lincah saat melibas tikungan.
Masuk ke dalam kabin Toyota Supra 2004, kita akan menemukan desain interior yang berorientasi pada pengemudi. Panel instrumen dibuat menghadap langsung ke sisi pengemudi, menciptakan suasana layaknya kokpit pesawat. Jok sport berlapis kulit memberikan kenyamanan sekaligus dukungan optimal saat berkendara dengan kecepatan tinggi.
Meskipun fitur hiburan masih sederhana dibandingkan mobil modern, Supra 2004 sudah dilengkapi dengan AC otomatis, sistem audio premium, dan pengaturan posisi kursi elektrik. Namun, inti dari mobil ini bukanlah kemewahan, melainkan pengalaman berkendara yang murni dan menyenangkan.
Yang membuat Toyota Supra 2004 benar-benar istimewa adalah mesin legendarisnya: 2JZ-GTE. Mesin 6 silinder segaris berkapasitas 3.0 liter twin-turbo ini mampu menghasilkan tenaga hingga 276 hp (secara resmi di Jepang), namun banyak pengujian menunjukkan bahwa tenaga aslinya bisa melebihi 320 hp. Dengan transmisi manual 6-percepatan atau otomatis 4-percepatan, Supra dapat melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 4,9 detik.
Keunggulan terbesar dari mesin 2JZ-GTE adalah potensi tuning-nya. Banyak penggemar modifikasi berhasil meningkatkan tenaga hingga lebih dari 1.000 hp hanya dengan perubahan turbo dan sistem bahan bakar. Inilah yang membuat Supra 2004 menjadi favorit di dunia balap dan juga di budaya otomotif seperti film Fast & Furious.

Toyota Supra 2004 tidak hanya cepat di lintasan lurus, tetapi juga memiliki kemampuan pengendalian yang luar biasa. Sistem suspensi independen di keempat roda memberikan keseimbangan sempurna antara kenyamanan dan stabilitas. Rem cakram ventilasi besar di depan dan belakang juga memastikan pengereman yang kuat dan responsif.
Distribusi berat yang hampir 50:50 membuat mobil ini sangat stabil saat bermanuver. Supra juga dilengkapi dengan limited-slip differential yang membantu menjaga traksi optimal, terutama saat keluar dari tikungan tajam dengan kecepatan tinggi.
Meskipun Toyota menghentikan produksi Supra pada tahun 2004, mobil ini justru semakin populer seiring berjalannya waktu. Supra MK4 sering muncul dalam berbagai film, video game, dan kompetisi drift. Mobil ini menjadi ikon di dunia otomotif, terutama berkat performa dan keandalan mesin 2JZ-nya yang melegenda.
Banyak pecinta otomotif yang menganggap Supra 2004 sebagai puncak inovasi Toyota di segmen sport coupe. Bahkan saat Toyota meluncurkan Supra generasi kelima (A90) pada 2019, banyak penggemar masih menilai MK4 sebagai versi terbaik yang pernah dibuat.
Mesin: 3.0L 6-silinder segaris Twin-Turbo (2JZ-GTE)
Tenaga Maksimum: ± 276–320 hp
Torsi Maksimum: ± 431 Nm
Transmisi: Manual 6-percepatan / Otomatis 4-percepatan
Akselerasi (0–100 km/jam): ± 4,9 detik
Kecepatan Maksimum: ± 250 km/jam (dibatasi)
Sistem Penggerak: RWD (Rear-Wheel Drive)
Konsumsi BBM: ± 8–10 km/l (kombinasi)
Toyota Supra 2004 bukan hanya mobil sport biasa, melainkan simbol dari keunggulan teknik dan semangat inovasi Toyota. Dengan desain abadi, performa luar biasa, dan mesin 2JZ-GTE yang tak tertandingi, Supra 2004 telah menempatkan dirinya di jajaran mobil paling legendaris sepanjang masa. Bagi penggemar otomotif sejati, memiliki Supra 2004 berarti memiliki bagian dari sejarah yang tidak akan pernah tergantikan.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Elloslot
Toyota Supra JGTC 2003 adalah simbol kehebatan Toyota dalam dunia motorsport Jepang. Mobil ini bukan sekadar varian dari Supra MK4 biasa — tetapi versi yang lahir khusus untuk mendominasi lintasan Japan Grand Touring Championship (JGTC), ajang balap yang menjadi cikal bakal Super GT modern. Dengan performa buas, teknologi aerodinamika tinggi, dan keandalan luar biasa, Supra JGTC 2003 menjadi ikon balap yang tak terlupakan.
Sejak awal 1990-an, Toyota Supra sudah menjadi andalan Toyota di ajang JGTC. Namun pada tahun 2003, tim pabrikan dan tim balap independen seperti Team TOM’S, ESSO Ultraflo, dan au Cerumo Supra membawa Supra ke puncak kejayaan. Tujuan Toyota jelas: menciptakan mobil yang mampu menyaingi Nissan Skyline GT-R dan Honda NSX di lintasan.
Toyota Supra JGTC 2003 dikembangkan berdasarkan sasis A80 Supra, tetapi dengan modifikasi total pada aerodinamika, mesin, dan sasis untuk menghadapi kompetisi GT500 yang sangat ketat. Mobil ini menjadi representasi nyata dari semangat “Kaizen” — filosofi Toyota untuk selalu berinovasi dan menyempurnakan performa.
Penampilan Toyota Supra JGTC 2003 benar-benar berbeda dari versi jalanannya. Body-nya dibentuk ulang menggunakan material serat karbon dan fiberglass ringan, dengan desain wide-body agresif yang memperlebar postur mobil hingga lebih dari dua meter.
Bagian depan menampilkan bumper besar dengan splitter aerodinamis, sementara bagian belakang dilengkapi sayap raksasa yang berfungsi menghasilkan downforce besar di kecepatan tinggi. Desain ini bukan sekadar estetika — setiap lekukan memiliki fungsi untuk memaksimalkan grip dan kestabilan di tikungan.
Bobot mobil berhasil dipangkas hingga sekitar 1.100 kg, jauh lebih ringan dibandingkan Supra jalanan biasa yang bobotnya di atas 1.500 kg. Kombinasi antara aerodinamika optimal dan bobot ringan menjadikan Supra JGTC 2003 sangat lincah di sirkuit.
Menariknya, Toyota tidak menggunakan mesin 2JZ-GTE seperti pada Supra jalan raya. Demi memenuhi regulasi GT500 dan keseimbangan bobot, Toyota menggantinya dengan mesin 3S-GT, versi balap dari 3S-GTE yang lebih ringan.
Mesin ini memiliki kapasitas 2.0 liter turbocharged inline-four yang mampu menghasilkan tenaga lebih dari 500 horsepower, tergantung setelan tim. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi sequential 6-percepatan, yang memungkinkan perpindahan gigi sangat cepat di lintasan.
Meskipun lebih kecil dari 2JZ, mesin 3S-GT terbukti lebih efisien dan memiliki distribusi bobot yang lebih baik, membuat Supra JGTC lebih seimbang dan cepat di tikungan.
Toyota Supra JGTC 2003 dikenal sebagai mobil dengan handling luar biasa dan performa konsisten di berbagai sirkuit seperti Suzuka, Fuji Speedway, dan Twin Ring Motegi.
Mobil ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 3 detik, tergantung konfigurasi dan pengaturan balapan. Top speed-nya di lintasan lurus bisa mencapai 300 km/jam, dengan kestabilan yang sangat baik berkat sistem suspensi balap independen dan aerodinamika presisi.
Keunggulan lain adalah kemampuan rem dan daya tahan mobil dalam balapan panjang. Dengan sistem pengereman karbon-ke-karbon dan pendinginan canggih, Supra JGTC bisa mempertahankan performa optimal selama puluhan lap tanpa kehilangan tenaga.
Salah satu hal paling ikonik dari Toyota Supra JGTC 2003 adalah livery-nya yang mencolok dan berkarakter. Beberapa desain paling terkenal di antaranya:
ESSO Ultraflo Supra – dengan warna biru, oranye, dan logo harimau, menjadi ikon era JGTC.
au Cerumo Supra – dengan kombinasi oranye dan putih, dikemudikan oleh pembalap top seperti Yuji Tachikawa.
Castrol TOM’S Supra – yang meski lebih populer di era 1990-an, tetap menjadi simbol Toyota di ajang GT.
Pada musim 2003, Toyota Supra JGTC tampil sangat kompetitif di kategori GT500, bersaing ketat dengan Honda NSX dan Nissan Fairlady Z (350Z). Meskipun gelar juara keseluruhan diraih oleh Honda, Supra tetap menjadi mobil dengan performa paling stabil sepanjang musim.
Supra JGTC 2003 tidak hanya menjadi mobil balap, tetapi juga laboratorium berjalan bagi Toyota. Banyak teknologi yang dikembangkan di mobil ini menjadi dasar untuk pengembangan Toyota GR Supra modern dan mobil-mobil GR lainnya.
Sistem aerodinamika adaptif, desain rangka ringan, serta efisiensi turbo menjadi bagian penting dalam evolusi performa Toyota hingga kini. Bahkan semangat dan DNA balap JGTC terus hidup melalui Toyota Gazoo Racing (GR) yang kini berkompetisi di ajang Super GT, WEC, dan Rally Dakar.
Kini, Toyota Supra JGTC 2003 menjadi barang koleksi langka dan berharga tinggi. Hanya beberapa unit replika atau versi asli yang masih bertahan di museum dan garasi tim balap legendaris.
Bagi penggemar JDM sejati, Supra JGTC 2003 adalah puncak era kejayaan Toyota dalam dunia balap Jepang — masa di mana performa, teknik, dan semangat kompetisi berpadu sempurna. Ia bukan hanya mobil balap, melainkan warisan sejarah yang memperkuat posisi Toyota di dunia motorsport global.
Toyota Supra JGTC 2003 adalah karya luar biasa dari teknik otomotif Jepang. Dengan desain agresif, mesin turbo bertenaga besar, dan performa yang mendominasi lintasan, mobil ini menjadi simbol kejayaan Toyota di ajang balap GT.
Lebih dari dua dekade kemudian, nama Supra JGTC masih disegani dan dikenang sebagai “The King of JDM Racing”, warisan yang terus menginspirasi setiap generasi pembalap dan penggemar otomotif di seluruh dunia.
Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan kunjungi Website Kami : Canduan188